Berita

Warga mengibarkan bendera Iran. (Foto: Antara /Xinhua/Shadati)

Publika

Iran Menang Perang, Teriakan Allahu Akbar Menggema

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 00:32 WIB

KITA kembali ke perang Iran vs Israel-AS. Kali ini saya merinding saat rakyat Iran meneriakkan “Allahu Akbar” se-antero negeri. Mereka bersorak merayakan kemenangan. Di balik perang, pasti ada damai. 

Ceritanya dimulai dari momen yang bikin jantung umat manusia hampir copot massal. Dunia sudah di ambang “ya Allah ini kiamat versi premium apa gimana,” ketika tiba-tiba dari Washington, Donald Trump muncul seperti MC acara dangdut yang mendadak bilang, “Break dulu dua minggu, guys.” Boom! Gencatan senjata dengan Iran resmi diumumkan.

Syaratnya? Sederhana tapi bikin planet ini deg-degan, buka penuh Selat Hormuz. Jalur minyak dunia. Urat nadi ekonomi global. Ibaratnya kalau selat itu mampet, dunia bukan cuma macet, bisa pingsan.


Lalu, Iran? Astaga… mereka nggak cuma setuju. Mereka langsung bilang, “INI KEMENANGAN BESAR! Katanya, Amerika akhirnya “melunak,” bahkan mau mempertimbangkan proposal 10 poin mereka sebagai dasar negosiasi. Lah ini siapa yang ngalah, siapa yang menang, kok kayak debat kusir tapi semua tepuk tangan?

Tapi puncak dramanya,… bukan di meja politik, melainkan di jalanan.

Di Teheran, malam yang tadinya diprediksi jadi malam penuh ledakan berubah jadi lautan manusia. Bukan kerumunan biasa. Ini banjir emosi. Anak kecil keluar rumah dengan wajah polos tapi mata berbinar. 

Mereka belum paham geopolitik, tapi tahu satu hal, malam ini mereka masih hidup. Para ibu menangis sambil tersenyum, memeluk anak-anaknya seperti baru lolos dari kiamat diskon 90 persen. Para bapak berdiri tegak, bukan karena gagah, tapi karena lega.

Lalu… suara itu pecah.

“Allahu Akbar…! Allahu Akbar…! Allahu Akbar!!!”

Bukan satu suara. Bukan seribu. Tapi seperti gema dari jutaan dada yang akhirnya bisa bernapas lagi. Dari gang sempit, dari balkon rumah, dari masjid, dari mobil yang klaksonnya ikut jadi backing vocal, semua bersatu dalam satu teriakan yang naik ke langit malam.

Bendera merah-putih-hijau berkibar di mana-mana. Dari tangan anak kecil sampai kakek-kakek yang jalannya sudah goyah. Perempuan dengan air mata, laki-laki dengan wajah penuh tekad. Semua turun ke jalan, bukan sekadar merayakan… tapi memastikan dunia tahu, mereka tidak hancur.

Karena beberapa jam sebelumnya, ancaman itu nyata. Serangan besar ke infrastruktur Iran tinggal menunggu aba-aba. Tapi tiba-tiba, semuanya berhenti. Sejenak.

Efeknya? Global langsung berubah mood. Harga minyak yang tadinya siap loncat kayak habis minum kopi 3 liter langsung turun. Pasar Asia naik. Dari Indonesia sampai Jepang, orang-orang bisa tidur tanpa mimpi dunia meledak.

Tapi… jangan keburu rebahan santai, wak.

Karena di tengah euforia ini, ada satu aktor yang kayak belum nonton episode terbaru, Israel. Saat Amerika bilang “pause dulu,” mereka malah lanjut ngegas. Serangan ke target strategis Iran tetap berjalan. Iran pun balas dengan rudal ke Tel Aviv, Jerusalem, sampai Haifa, meski banyak yang dicegat.

Di balik layar, Benjamin Netanyahu tampaknya belum puas. Buat mereka, ini belum final. Ini baru trailer.

Akhirnya, dunia sekarang ada di posisi paling absurd, lega tapi curiga. Iran pesta, Amerika klaim sukses, pasar global senyum, tapi suara dentuman masih samar di kejauhan.

Dua minggu ini, ibarat jeda iklan sebelum film horor lanjut lagi. Negosiasi nanti akan menentukan, ini jalan damai… atau cuma ilusi mahal.

Tapi untuk sekarang? Nikmati dulu momen langka ini. Momen ketika dunia hampir kiamat… tapi batal. Di suatu sudut bumi, jutaan orang berdiri di bawah langit malam, mengangkat bendera, menengadah, dan berteriak, “Allahu Akbar!” Bukan karena takut. Tapi karena mereka, akhirnya, masih ada.

“Bang, berarti damai untuk dua minggu ya. Mudahan damai selamanya.”

“Aamin, wak. Cuma, si Khan-pret, Israel susah dipegang muncungnya!” Ups

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya