Berita

Anggota Komisi IV DPR RI F-Nasdem, Arif Rahman (Tangkapan layar dari siaran Youtube DPR)

Politik

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

SELASA, 07 APRIL 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diingatkan agar mewaspadai dampak serius anomali iklim dan dinamika geopolitik global terhadap ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem, Arif Rahman, dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta pimpinan BUMN sektor pangan seperti Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan PT RNI/ID Food.

Arif menilai kondisi global saat ini tidak dalam situasi yang baik, terutama dengan adanya konflik di Timur Tengah dan ancaman fenomena El Nino.


Menurutnya, fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau, menurunkan ketersediaan air, mengganggu pola tanam, serta menekan produktivitas komoditas pangan strategis.

“Masalah ini juga dampaknya ini tidak hanya bicara petani nelayan, tapi juga dampaknya terhadap seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Arif di Ruang Rapat Komisi IV, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Legislator Nasdem ini juga menyoroti dampak konflik global terhadap pasokan energi, khususnya minyak, yang berimbas luas terhadap berbagai sektor, tidak hanya pangan.

“Karena dengan tersendatnya minyak di Selat Hormuz, ini pasti berakibat ke semua aspek. Pasti yang namanya plastik akan naik. Bahan baku kita pun menggunakan minyak. Jadi semua memang ini menjadi problem,” tegasnya.

Meski demikian, Arif mengapresiasi capaian pemerintah dalam menjaga stok pangan nasional. Namun, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tetap diantisipasi secara matang mengingat ketidakpastian situasi global.

Lebih lanjut, Arif menyoroti persoalan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi yang rusak. Ia menyebut lebih dari 46 persen jaringan irigasi yang dikelola pemerintah daerah dalam kondisi tidak optimal.

“Nah, bagaimana rehabilitasi jaringan edikasi yang rusak ini harus segera kita rapihkan, supaya mengingat El Nino juga semakin dekat,” kata Wakil Rakyat Dapil Banten I ini.

Di sisi lain, Arif juga menyinggung meningkatnya konsumsi energi di sektor pertanian. Berdasarkan data BPS, konsumsi energi sektor pertanian pada 2024 mencapai 49.000 terajoule, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi kelangkaan BBM yang dapat mengganggu operasional alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dalam sektor perikanan, Arif menilai El Nino juga akan berdampak pada perubahan suhu permukaan laut, arus, dan rantai makanan laut yang berpotensi menurunkan produktivitas perikanan.

Karena itu, ia meminta KKP menyiapkan langkah mitigasi agar nelayan tidak terdampak signifikan, termasuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat aktivitas melaut.

Arif juga mendorong optimalisasi pengembangan sektor kelautan di Indonesia Timur, termasuk menjaga ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat utama ikan.

Selain itu, ia menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku pupuk impor seperti fosfat, kalium, dan sulfur yang banyak berasal dari negara-negara Timur Tengah dan lainnya.

Menurutnya, situasi geopolitik global harus menjadi perhatian serius, terutama bagi PT Pupuk Indonesia dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional.

“Nah, yang paling penting juga menurut saya adalah PT Pupuk Indonesia. Karena bagaimanapun kita sampai sekarang belum bisa memprediksi kapan perang ini berakhir,” kata Arif.

Atas dasar itu, Arif berharap pemerintah dapat merumuskan langkah strategis dan mitigasi yang komprehensif agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Semoga kita berdoa bangsa ini baik-baik saja dan masyarakatnya bisa sejahtera,” pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya