Berita

IlustrasI. (RMOL via Gemini AI)

Politik

Pemerintah Harus Segera Cari Solusi Alternatif Pasokan Bahan Baku Plastik

SELASA, 07 APRIL 2026 | 12:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut berdampak terhadap industri plastik nasional.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, mengatakan, ketergantungan tinggi Indonesia terhadap impor bahan baku plastik menjadikan sektor ini sangat rentan terhadap gejolak global.

Hingga saat ini Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku plastik secara mandiri, terutama untuk komponen penting seperti resin dan nafta. Keterbatasan kapasitas industri petrokimia dalam negeri menyebabkan sebagian besar kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor, khususnya dari kawasan Timur Tengah.


“Ketika kawasan Timur Tengah mengalami konflik, pasokan nafta langsung terganggu. Padahal sekitar 60 hingga 70 persen bahan baku plastik Indonesia berasal dari wilayah tersebut. Akibatnya, harga resin dan produk plastik melonjak tajam, bahkan mencapai kenaikan hingga 30 sampai 50 persen, dan untuk jenis tertentu bisa menyentuh 70 persen,” ujar Nevi, Selasa, 7 April 2026.

Legislator PKS asal Sumatera Barat II ini juga melihat, lonjakan harga bahan baku ini mulai menekan berbagai sektor industri hilir seperti kemasan, makanan dan minuman, serta otomotif. 

Kenaikan biaya produksi tidak hanya menggerus margin pelaku usaha, tetapi juga berpotensi berdampak pada harga barang konsumsi masyarakat. 

Ia mendorong pemerintah untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis fosil dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan bahan daur ulang.

“Dalam jangka pendek, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan perlu segera mencari alternatif sumber bahan baku dari negara lain seperti kawasan Afrika dan India agar rantai pasok tetap terjaga,” tegasnya.

Nevi menekankan pentingnya langkah strategis jangka panjang melalui penguatan industri petrokimia nasional. Pembangunan kilang dan pabrik resin dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian industri.

“Jangan sampai kita mengulang kesalahan seperti yang terjadi pada industri tekstil. Negara harus hadir menyelamatkan industri plastik nasional sebelum dampaknya semakin luas,” tutup Nevi Zuairina.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya