Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Blunder Program Bisa Gerus Citra Prabowo

KAMIS, 26 MARET 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto diingatkan untuk meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan program-program pemerintahannya.

Menurut Analis komunikasi politik Hendri Satrio, blunder dalam program kerja bisa membuat Prabowo dinilai lebih buruk dari para pendahulunya di mata publik.

"Kalau Presiden Prabowo ingin dianggap sebagai presiden yang lebih baik dibandingkan presiden sebelumnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah minimalisasi blunder, bahkan zero blunder dalam melaksanakan program-programnya," ujar Hensa, Kamis, 26 Maret 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menjelaskan, blunder dalam pelaksanaan program di era Prabowo secara tidak langsung akan menghapus ingatan publik atas kekurangan presiden-presiden sebelumnya. Sebab, masyarakat Indonesia cenderung lebih mudah mengingat hal-hal negatif ketimbang pencapaian positif.

"Bila ada blunder dalam pelaksanaan program pemerintahannya, maka dosa-dosa presiden sebelumnya itu seperti terlupakan karena rakyat akan berfokus pada blunder presiden saat ini," katanya.

Ia mencontohkan polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu sempat menyoroti ketidaksinkronan antara wacana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi penghematan BBM mulai April 2026 dengan program MBG yang tetap mengharuskan siswa datang ke sekolah untuk mengambil jatah makan. 

Menurutnya, meski MBG memiliki niat baik, ketidaksinkronan dalam pelaksanaannya berpotensi menjadi blunder yang mudah diingat publik.

"Masalah penerapan PJJ namun tetap mengambil MBG ke sekolah itu kan merupakan salah satu contoh hal kontroversial yang bisa membuat pemerintahan Prabowo dianggap tidak lebih baik dibandingkan pemerintahan presiden sebelumnya," ujar Hensa.

Ia juga menyinggung polemik pengadaan mobil buatan India dalam program Koperasi Merah Putih. Kontroversi semacam itu akan lebih mudah diingat publik dibandingkan kontroversi-kontroversi di era sebelumnya, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun proyek Kereta Cepat Whoosh.

"Kontroversi-kontroversi seperti inilah yang harus diminimalisir, karena rakyat akan lebih mudah mengingat lele mentah atau mobil India untuk Koperasi Merah Putih dibandingkan kontroversi IKN," ucapnya.

Oleh karena itu, Hensa menekankan pentingnya pengawasan penuh dan berkala terhadap seluruh program pembangunan pemerintahan Prabowo.

"Intinya, Presiden Prabowo harus berhati-hati dalam melaksanakan program bila tidak ingin dianggap sebagai presiden yang tidak lebih baik dari presiden-presiden sebelumnya," pungkas Hensa.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya