Berita

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Istimewa)

Publika

Kesombongan Militer AS Rontok

SENIN, 23 MARET 2026 | 04:22 WIB

DONALD TRUMP telah melakukan kesalahan yang bukan hanya disesali oleh seluruh rakyat Amerika Serikat (AS) hari ini, namun menjadi warisan sejarah penyesalan negara adidaya yang mendominasi dunia. 

Pasalnya, serangan AS terhadap Iran, bukan saja menimbulkan kegentaran pada militer AS, juga menimbulkan dampak jatuhnya reputasi dan wibawa militer AS di mata dunia.

Perkembangan terakhir, pesawat tempur jet super canggih milik F-35 milik AS, mampu ditembak oleh rudal Iran. Meski versi AS, pesawat mengalami kerusakan dan mendarat darurat dengan kondisi pilot selamat.


Keberhasilan Iran menembak F-35 mampu mematahkan mitos kehebatan pesawat siluman super canggih milik AS ini. Artinya, teknologi rudal Iran mampu mengimbangi bahkan melampaui teknologi AS selaku pemilik teknologi F-35.

Sebagaimana diketahui, Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah pesawat tempur siluman multiperan generasi kelima supersonik produksi AS, yang dirancang untuk keunggulan udara, serangan darat, pengintaian, dan peperangan elektronik.

Pesawat ini terkenal karena teknologi siluman canggih, sensor terintegrasi, dan kemampuannya beroperasi di lingkungan berbahaya. Namun, seluruh kecanggihan F-35 ini mampu dirontokkan oleh rudal Iran.

Selain peristiwa F-35 yang mampu ditembak rudal Iran, Amerika makin kehilangan muka dan tidak lagi bisa bersikap sombong dan arogan pada Iran juga pada dunia, karena Rudal Iran ternyata mampu menjangkau pangkalan militer Amerika di Inggris.

Sebagaimana santer dikabarkan, Iran dilaporkan telah mampu menembakkan dua rudal balistik jarak jauh ke arah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, pada Jumat, 20 Maret 2026. 

Rudal-rudal tersebut menempuh jarak sekitar 4.000 hingga 5.000 kilometer. Hal ini mengejutkan dunia karena sebelumnya Iran mengklaim membatasi jarak jangkauan rudalnya hingga 2.000 kilometer saja.

Laporan dari pejabat AS yang dikutip oleh sejumlah media menyatakan bahwa rudal-rudal tersebut tidak mencapai sasaran. Beberapa laporan menyebutkan adanya penggunaan sistem pencegat SM-3 untuk menggagalkan serangan tersebut.

Namun yang penting dari peristiwa ini, adalah bahwa rudal Iran mampu menjangkau inggris meskipun dapat dicegat dan tidak sampai ke target tembakan. 

Sesuatu yang membuat Amerika, tidak akan lagi pernah merasa nyaman dengan wilayah halaman hingga rumah tinggalnya. Peristiwa ini, mengonfirmasi potensi kebenaran jangkauan rudal Iran mampu menjangkau wilayah Amerika.

Sebagaimana dikabarkan, FBI sempat merilis informasi potensi rudal Iran mampu menjangkau wilayah daratan Amerika khususnya di negara bagian California. 

Dua peristiwa, yakni ditembaknya F-35 dan rudal Iran yang menjangkau Diego Garcia, Inggris, merontokkan dominasi dan kesombongan militer Amerika. AS, tak lagi merasa aman atas wilayahnya. Negara di dunia, juga tak merasa aman mendapatkan jaminan keamanan dari AS.

Dampaknya, secara ekonomi dan politik akan mempengaruhi interaksi dunia. Amerika tak akan lagi menjadi pemain tunggal sebagai 'preman Internasional' untuk mengamankan jalur distribusi barang dunia dan mengutip japrem sebagai kompensasi pengamanan. 

Sebelumnya, AS juga terbukti tak berdaya untuk membuka Selat Hormouz sebagai jalur pelayaran strategis energi dunia, dan terpaksa merengek meminta bantuan kepada sejumlah negara. .

Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya