Berita

Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Wahid, menyampaikan khutbah Idul Fitri di Lapangan Perguruan Islam Ruhama, Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: RMOL)

Nusantara

Din Wahid: Kesalehan Kita Masih Sebatas Individu!

JUMAT, 20 MARET 2026 | 20:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Wahid menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih suburnya praktik korupsi di tanah air.

Hal ini ia sampaikan saat memberikan khutbah Shalat Idul Fitri di Lapangan Perguruan Islam Ruhama, Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam khutbahnya, Din Wahid menyoroti kontradiksi antara religiusitas masyarakat dengan perilaku korupsi yang kian merajalela. Ia menyebut korupsi di Indonesia telah menjadi budaya yang menyusup ke berbagai lini, mulai dari lembaga legislatif, eksekutif, hingga yudikatif.


"Kita sedih sebagai negara yang sangat religius, praktik korupsi telah menjadi budaya. Seakan-akan sikap keberagamaan kita sama sekali tidak berhubungan dengan perilaku kita dalam kehidupan bernegara," ujar Din Wahid di hadapan jemaah.

Ia memaparkan data yang cukup menohok. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 berada di angka 34 dari skor 100. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi ke-109 dari 180 negara, jauh tertinggal dari Singapura (84), Malaysia (52), bahkan di bawah Timor Leste (44) dan Vietnam (41).

Menurut Din, rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap para pemimpin daerah belakangan ini menjadi bukti bahwa hukuman yang ada belum memberikan efek jera.

"Kita menjalankan puasa, tapi korupsi jalan terus. Kita rajin shalat, tapi korupsi tetap jalan. Padahal Al Quran tegas menyatakan shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. Korupsi jelas termasuk di dalamnya," tegasnya.

Din menilai fenomena ini menunjukkan bahwa kesalehan masyarakat Indonesia sejauh ini masih bersifat individual. Padahal, esensi ibadah seperti puasa seharusnya membentuk kejujuran yang berdampak pada kehidupan sosial.

"Kesalehan ini perlu kita tingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni kesalehan sosial. Sehingga keyakinan agama kita berdampak positif dan mampu menekan praktik korupsi di masyarakat," pungkasnya.

Pelaksanaan Shalat Id di Lapangan Ruhama berlangsung khidmat. Bertindak sebagai imam, Ustaz Hakam Almas Arrobih.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya