Berita

Ilustrasi.

Nusantara

Fenomena Ekuinoks 20 Maret 2026: Benarkah Bikin Suhu Bumi Makin Panas? Ini Penjelasan Sainsnya

JUMAT, 20 MARET 2026 | 10:29 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pada Jumat, 20 Maret 2026, tepat pukul 21:46 Waktu Indonesia Barat (WIB), penduduk Bumi akan kembali disapa oleh fenomena astronomi tahunan yang dikenal sebagai ekuinoks.

Peristiwa jatuhnya ekuinoks di bulan puasa jelang Lebaran ini, kerap kali memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan suhu yang ekstrem.

Namun, apa sebenarnya fenomena ekuinoks itu, dan benarkah dampaknya berbahaya bagi kehidupan kita? Mari kita bedah mekanisme langit ini dari kacamata sains.


Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa

Secara ilmiah, ekuinoks terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa atau ekuator.

Pada momen presisi ini, sinar Matahari jatuh hampir tegak lurus menyinari wilayah-wilayah yang berada di ekuator, termasuk Indonesia.

Fenomena ini adalah siklus rutin yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni di bulan Maret dan September.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ekuinoks terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi Bumi yang mencapai 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya.

Pada Ekuinoks Maret ini, gerak semu Matahari sedang melintasi khatulistiwa, berpindah dari belahan bumi selatan menuju ke utara.

Misteri Siang dan Malam yang Terbagi Rata

Istilah ekuinoks sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni gabungan kata "aequus" yang berarti sama, dan "nox" yang berarti malam.

Sesuai dengan namanya, fenomena ini menciptakan pembagian waktu yang unik di mana durasi siang dan malam di hampir seluruh penjuru dunia menjadi nyaris setara, yakni masing-masing sekitar 12 jam.

Menariknya, pembagian durasi waktu ini ternyata tidak benar-benar pas 50:50 jika dihitung secara matematis. 

Mengapa demikian? NASA menjelaskan bahwa Matahari bukanlah sebuah titik cahaya yang datar, melainkan benda langit berbentuk bola.

Adanya faktor atmosfer Bumi membuat cahaya di tepian Matahari sudah mengalami proses pembiasan bahkan saat ia baru akan terbit atau terbenam.

Apakah Berbahaya dan Bikin Suhu Makin Terik?

Banyaknya kabar simpang-siur mengenai ekuinoks sering kali membuat masyarakat khawatir. Mengingat posisi Matahari yang tegak lurus, wajar jika cuaca siang hari terasa sedikit lebih terik dari biasanya.

Meski demikian, Anda tidak perlu panik. Fenomena ekuinoks ini adalah hal yang sangat normal, sepenuhnya aman bagi manusia, dan bukan merupakan anomali alam yang membawa bencana.

Oleh karena itu, alih-alih khawatir akan cuaca panas, ekuinoks sebaiknya dipandang sebagai peristiwa mekanika orbital yang menakjubkan.

Jangan lupa untuk tetap menjaga hidrasi tubuh Anda saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari!

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya