Berita

Tim gabungan rukyatul hilal di Jawa Barat saat memantau hilal 1 Syawal, Kamis, 19 Maret 2026. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

KAMIS, 19 MARET 2026 | 19:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tim gabungan rukyatul hilal di Jawa Barat memastikan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah belum berhasil terpantau. Kondisi cuaca mendung serta posisi hilal yang masih rendah menjadi faktor utama kegagalan pengamatan di sejumlah titik.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Dudu Rohman mengungkapkan, hasil pemantauan dari tujuh lokasi di wilayah Jabar menunjukkan hilal tidak tampak sama sekali.

“Hasil rukyat dari tujuh titik di Jawa Barat, hilal tidak terlihat. Secara ketinggian juga masih jauh dari 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria,” ujar Dudu di Observatorium Albiruni, Unisba pada Kamis, 19 Maret 2026.


Selain faktor teknis ketinggian hilal, kondisi langit yang tertutup awan turut menghambat proses pengamatan.

“Faktor cuaca mendung menjadi salah satu penyebab utama hilal tidak terlihat,” katanya sebagaimana diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Adapun tujuh titik pengamatan tersebut tersebar di Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Cirebon, Banjar, Observatorium Bosscha, serta Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (Unisba).

Hasil rukyat ini selanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Jakarta pada malam hari.

Dudu juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan penentuan hari raya dengan bijak serta tetap menjaga persatuan.

“Kami mengajak semua pihak saling menghormati keputusan masing-masing. Utamakan akhlakul karimah dan jangan saling menyalahkan,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya