Berita

Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Military Show)

Dunia

Ajakan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Sepi Respons

SENIN, 16 MARET 2026 | 13:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak negara-negara dunia untuk ikut mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan jalur pelayaran energi global.

Ajakan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Ia meminta negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah untuk turut serta dalam misi pengamanan wilayah tersebut.

Trump secara khusus menyebut beberapa negara besar, antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris agar bergabung dengan armada laut Amerika Serikat.


“Semoga China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain yang terdampak akan mengirim kapal ke wilayah itu agar Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman,” tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera, Senin 16 Maret 2026.

Sejauh ini, belum ada negara yang secara terbuka menyatakan siap mengirim armada militernya ke kawasan tersebut.

Pemerintah China misalnya, tidak memberikan jawaban langsung atas ajakan Trump. Juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, hanya menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global.

Ia menyatakan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan distribusi energi dunia tetap stabil dan tidak terganggu. China juga disebut akan meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak guna meredakan ketegangan yang terjadi.

Ketegangan meningkat setelah Iran secara efektif memblokir jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran menyatakan jalur tersebut masih terbuka bagi kapal dari negara lain, namun tidak bagi kapal milik Amerika Serikat dan sekutunya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan beberapa negara telah menghubungi Teheran untuk meminta jaminan jalur aman bagi kapal mereka.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan akhir mengenai keamanan pelayaran tetap berada di tangan militer Iran.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, sedikitnya 10 kapal tanker dilaporkan mengalami serangan atau insiden di kawasan Teluk.

Situasi ini menyebabkan sekitar 1.000 kapal tanker tertahan dan tidak dapat melintasi jalur tersebut. Dampaknya, harga minyak dunia bertahan di kisaran 100 Dolar AS per barel.

Di sisi lain, Iran juga menyindir pernyataan Trump yang menyebut kekuatan angkatan laut Iran telah hancur.

Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Ali Mohammad Naini, menantang klaim tersebut. Ia mengatakan jika armada laut Iran benar-benar sudah hancur, maka Amerika Serikat seharusnya tidak ragu untuk mengirim kapal perangnya ke kawasan Teluk Persia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya