Berita

Dua unit HP Oppo yang berhasil dilelang KPK. (Foto: Instagram Lelangkpkofficial)

Hukum

HP Oppo Limit Rp73 Ribu Laku Rp59 Juta, tapi Pemenang Lelang KPK Belum Bayar

SENIN, 16 MARET 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Lelang barang rampasan hasil korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memunculkan kejanggalan. Dua unit handphone Oppo dengan harga limit hanya Rp73 ribu justru terjual hingga Rp59,723 juta, namun hingga kini pemenang lelang belum juga melunasi pembayarannya.

Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto mengatakan, bahwa lonjakan harga yang sangat tinggi tersebut memang menjadi anomali dalam proses lelang barang rampasan korupsi.

"Yang bikin orang tertarik untuk membeli HP Oppo tersebut adalah tentu saja karena harganya. Karena cukup murah untuk ukuran dua buah HP," kata Mungki kepada wartawan, Senin, 16 Maret 2026.


Namun demikian, Mungki mengakui harga pemenang lelang yang melonjak puluhan juta rupiah dari harga limit yang hanya puluhan ribu rupiah menjadi kejanggalan tersendiri dalam proses lelang tersebut.

"Memang ada anomali terkait dengan tingginya nilai pemenang lelang," terang Mungki.

KPK juga belum dapat memastikan apakah pemenang lelang tersebut benar-benar serius menuntaskan pembayarannya. Pasalnya, hingga saat ini kewajiban pelunasan biaya lelang belum dipenuhi.

"Terkait pemenang lelang dua hp dengan nilai Rp59 juta, yang bersangkutan belum melunasinya," ungkap Mungki.

KPK memberikan batas waktu pelunasan lima hari kerja sejak penetapan pemenang lelang, yakni hingga Selasa, 18 Maret 2026. Namun karena adanya hari libur nasional, tenggat pembayaran diperpanjang hingga Rabu, 25 Maret 2026.

"Kami masih menunggu sampai dengan batas terakhir pelunasan biaya lelang. Kami tetap berharap pemenang lelang komitmen untuk melunasi biaya lelangnya," tutur Mungki.

Ia menegaskan, apabila hingga batas waktu tersebut pemenang lelang tidak melunasi pembayaran, maka yang bersangkutan akan dinyatakan wanprestasi dan jaminan lelang yang telah disetor akan hangus serta masuk ke kas negara.

"Karena kalau tidak dilunasi maka pemenang lelang dianggap wanprestasi, akibatnya uang jaminan yang sudah disetorkan menjadi hangus dan akan disetorkan ke kas negara. Kemudian kami akan melelang barang tersebut pada kesempatan lelang berikutnya," pungkas Mungki.

Dalam kesempatan yang berbeda, Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa dalam lelang periode Maret 2026, sebanyak 15 dari total 26 lot barang rampasan berhasil terjual.

"Adapun, total nilai barang laku lelang pada periode Maret 2026 mencapai Rp10,9 miliar, yang nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai bagian dari upaya optimalisasi asset recovery," kata Budi.

Menurut Budi, minat masyarakat terhadap lelang barang rampasan korupsi cukup tinggi. Sebanyak 350 peserta tercatat ikut mengajukan penawaran dalam lelang tersebut.

Sepanjang 2025 kata Budi, KPK dalam empat kali pelaksanaan lelang, berhasil melakukan penjualan barang rampasan senilai Rp109,8 miliar, yang merupakan capaian terbesar dalam lima tahun terakhir.

"Nilai tersebut menyumbang dari total asset recovery KPK tahun 2025 yang mencapai Rp 1,53 triliun, yang berasal dari mekanisme lelang, hibah, Penetapan Status Penggunaan (PSP), pembayaran denda, dan uang pengganti," pungkas Budi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya