Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemni AI)

Bisnis

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

SABTU, 14 MARET 2026 | 09:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah dunia terus merangkak naik karena jalur pelayaran penting di Selat Hormuz masih ditutup oleh Iran di tengah semakin memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 14 Maret 2026, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Mei ditutup di level 103,14 Dolar AS per barel atau naik 2,67 persen. Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April naik 3,11 persen menjadi 98,71 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini terjadi setelah sebelumnya sempat turun pada pagi hari. Saat itu beredar laporan keliru yang menyebut sebuah kapal tanker berbendera India berhasil melewati Selat Hormuz. Namun kemudian diketahui kapal tersebut sebenarnya berlayar dari Oman dan tidak melewati selat tersebut. Setelah informasi itu diklarifikasi, harga minyak kembali naik.


Secara mingguan harga minyak juga melonjak cukup tajam. Minyak Brent naik sekitar 11,27 persen dibandingkan penutupan 6 Maret, sementara WTI meningkat sekitar 8 persen dalam sepekan terakhir.

Di tengah gejolak pasar energi ini, pemerintah AS mencoba meredam kenaikan harga bahan bakar. Washington mengeluarkan lisensi selama 30 hari yang memungkinkan negara-negara membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan langkah ini bertujuan menstabilkan pasar energi global yang terguncang oleh perang.

Utusan Rusia, Kirill Dmitriev, menyebut ada sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang terdampak kebijakan ini. Jumlah tersebut hampir setara dengan produksi minyak dunia selama satu hari.

Analis komoditas dari SEB, Bjarne Schieldrop, mengatakan langkah itu tidak benar-benar menambah pasokan baru.

“Minyak Rusia itu sebenarnya sudah dikirim ke pembeli. Kebijakan ini tidak menambah pasokan baru, tetapi hanya mengurangi hambatan distribusi,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Departemen Energi AS juga mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari cadangan strategis negara itu. Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang berencana melepaskan total 400 juta barel minyak dari berbagai cadangan strategis dunia.

Namun upaya itu belum cukup menenangkan pasar. Ketegangan kembali meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan terus berperang dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap AS dan Israel.

Situasi di kawasan juga semakin memanas setelah dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak dilaporkan terkena serangan perahu bermuatan bahan peledak. Pejabat Irak bahkan menyebut seluruh pelabuhan minyak negara itu terpaksa menghentikan operasinya sementara.

Presiden AS Donald Trump mengatakan harga minyak yang naik memang bisa memberikan keuntungan bagi Amerika. Namun ia menegaskan tujuan utama negaranya tetap mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Para analis memperkirakan harga minyak masih akan sangat bergejolak. Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent akan rata-rata berada di atas 100 Dolar AS per barel sepanjang Maret sebelum turun ke sekitar 85 Dolar pada April.

Ketidakpastian ini juga dipicu laporan bahwa Iran telah menempatkan sekitar selusin ranjau laut di Selat Hormuz. Langkah tersebut diperkirakan akan mempersulit upaya membuka kembali salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya