Berita

Cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Anta Maulana. (Foto: Humas PKB)

Politik

Gus Anta Apresiasi PKB Konsisten Kaji Kitab Mbah Hasyim

KAMIS, 12 MARET 2026 | 19:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Anta Maulana, mengapresiasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara konsisten menggelar kajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut setiap bulan Ramadan.

Apresiasi itu disampaikan Gus Anta saat menghadiri penutupan kajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. 

“Terima kasih kepada PKB. Saya sangat mengapresiasi kegigihan PKB membedah karya Mbah Hasyim di setiap bulan Ramadan,” ujar Gus Anta.


Menurutnya, kajian kitab tersebut sangat penting karena membahas secara mendalam tentang adab dalam mencari ilmu serta bagaimana memilih guru yang tepat. 

Nilai-nilai yang terkandung dalam kitab karya KH Hasyim Asy’ari tersebut, kata dia, bersifat universal dan relevan bagi semua kalangan, tidak hanya bagi santri.

“Saya rasa sangat penting menggelar kajian ini untuk mengkaji pentingnya adab mencari ilmu dan mencari guru. Pesan-pesan Mbah Hasyim sifatnya universal, bukan hanya untuk santri, tapi juga masyarakat umum,” jelasnya.

Gus Anta juga menilai pemikiran KH Hasyim Asy’ari sangat visioner. Banyak pesan dalam karya beliau yang tetap relevan bahkan seakan telah memprediksi kondisi zaman saat ini.

“Dari kitab beliau terlihat bahwa Mbah Hasyim itu sangat visioner. Jauh sebelum kondisi seperti sekarang, sudah diprediksi oleh beliau,” katanya.

Ia menyoroti salah satu pesan penting dalam kitab tersebut terkait kehati-hatian dalam memilih guru. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi saat ini, fenomena berguru secara instan melalui kecerdasan buatan atau AI perlu disikapi secara bijak.

“Yang paling saya ingat waktu ngaji kitab ini, santri itu harus hati-hati mencari guru. Kalau sekarang justru banyak yang berguru ke AI, itu tentu tidak tepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Anta juga menceritakan proses panjang kodifikasi karya-karya KH Hasyim Asy’ari yang dilakukan oleh ayahnya, KH Ishomuddin Hadzik. Proses tersebut dimulai ketika KH Ishomuddin menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

“Proses kodifikasi karya-karya Mbah Hasyim itu dilakukan oleh abah saya saat mondok di Lirboyo. Dan itu tidak mudah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, KH Ishomuddin memperoleh berbagai naskah dari banyak tokoh yang mengklaim sebagai karya KH Hasyim Asy’ari. Namun setiap naskah diseleksi dengan sangat ketat demi menjaga keaslian karya tersebut.

“Abah mendapatkan naskah dari banyak tokoh, tetapi beliau sangat selektif. Setiap menerima naskah yang disebut karya Mbah Hasyim, beliau akan meminta tashih kepada ulama yang pernah dekat dengan Mbah Hasyim,” jelas Gus Anta.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga otentisitas warisan intelektual ulama besar tersebut agar tetap terjaga dan dapat dipelajari generasi berikutnya secara benar.

Penutupan kajian tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Islandar serta sejumlah ulama dan tokoh, di antaranya KH. Said Aqil Siradj, Gus Variz Muhammad Mirza dan Gus Anta Maulana yang merupakan dzurriyah Mbah Hasyim, KH Saifullah Maksum, serta KH Muhammad Nur Hayid.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya