Berita

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (kanan). (Foto: Humas Polri)

Presisi

Delay System Siap Kelola Arus Mudik di Pelabuhan

KAMIS, 12 MARET 2026 | 15:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkap sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik di pelabuhan penyeberangan saat Lebaran 2026. 

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan delay system guna mencegah antrean kendaraan yang terlalu panjang menuju pelabuhan. Terutama jika terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menghambat proses penyeberangan kapal.

"Ini kaitannya dengan penyeberangan pelabuhan, baik di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, sampai di luar Jawa. Ketika kita bicara cuaca ekstrem, yang sangat terdampak adalah satu, di pelabuhan,” kata Irjen Agus dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakara, Kamis, 12 Maret 2026. 


“Apabila di pelabuhan cuaca ekstrem tidak bisa mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni, itu akan terjadi penumpukan, akan terjadi antrean yang cukup ekstrem," tambahnya. 

Menyikapi hal ini, Korlantas Polri bersama seluruh stakeholder siap menerapkan berbagai skenario penanganan. Mulai dari situasi normal atau hijau, situasi kuning, sampai dengan situasi merah jika terjadi gangguan serius.

"Sehingga ada cara bertindak, yang tadi sudah disampaikan Bapak Kapolri, ada situasi hijau, situasi kuning, dan merah. Bila kondisi ekstrem, Korlantas Polri dengan stakeholder sudah mempersiapkan emergency plan. Jadi antrean di tol seperti apa, penyiapan daripada alat-alat yang nanti akan mendukung, termasuk traffic accident analysis," ujarnya.

"Bila 1 jam saja mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni terhambat, itu akan terjadi antrean panjang. Antrean panjang itulah yang akan kita kelola dengan manajemen rekayasa lalu lintas," tambahnya.

Adapun penerapan delay system dengan menahan atau memperlambat laju kendaraan menuju pelabuhan.

"Jadi sepanjang Cikupa sampai Banten itu ada tiga rest area. Tiga rest area itu kita pakai. Begitu tidak bisa menyeberang, akan kita simpan kendaraan yang dari Jakarta, kita simpan di rest area, kita perlambat," pungkas Agus.

Dengan begitu, volume kendaraan yang hendak menyeberang bisa tertangani dengan baik.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya