Berita

Rembug Petani Karet Jambi. (Foto: Dokumentasi DPP Apkarindo)

Nusantara

Petani Karet Perkuat Konsolidasi sebagai Tulang Punggung Industri

SELASA, 10 MARET 2026 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menggelar Rembug Petani Karet Jambi sebagai forum silaturahmi dan konsolidasi untuk memperkuat masa depan perkebunan karet rakyat di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor perkaretan, mulai dari perwakilan pemerintah, industri, hingga petani karet dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero) Asep Saepul Muslim, VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia Robbin Radhian Lee, Kasi Standardisasi dan Pengawasan Mutu Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Elvi Rahmi, perwakilan PT Aneka Bumi Pratama (Gapkindo) Hifnul G. Agustian, serta Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi AKBP Zaharuddin.


Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPW Apkarindo Jambi Sayuti beserta jajaran pengurus serta para petani karet yang menjadi peserta rembuk.

Ketua Umum DPP Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi kepada para petani karet di Provinsi Jambi yang hingga saat ini tetap bertahan menjaga keberlanjutan komoditas karet di tengah berbagai tantangan.

“Di tengah fluktuasi harga global dan dinamika permintaan pasar, para petani tetap menunjukkan ketekunan, semangat, dan komitmen yang luar biasa dalam menjaga keberlanjutan komoditas karet,” ujar Irfan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 10 Maret 2026.

Menurutnya, forum rembuk petani karet menjadi ruang yang sangat penting untuk mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor perkaretan guna membahas tantangan sekaligus merumuskan langkah bersama untuk memperkuat karet rakyat.

Ia menegaskan bahwa peran petani karet sangat strategis bagi industri karet nasional. Saat ini, lebih dari 80 persen kebun karet di Indonesia dikelola oleh petani rakyat, sehingga penguatan sektor karet pada dasarnya merupakan upaya memperkuat kesejahteraan jutaan keluarga petani.

“Petani karet adalah tulang punggung industri karet Indonesia. Karena itu, setiap upaya penguatan sektor karet harus dimulai dari penguatan petaninya,” jelasnya.

Irfan juga menegaskan bahwa Apkarindo hadir sebagai rumah perjuangan petani karet Indonesia yang berkomitmen menghimpun serta menyuarakan aspirasi petani dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan sektor perkaretan.

Melalui organisasi tersebut, Apkarindo mendorong terciptanya tata niaga karet yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan petani, sehingga hasil kerja keras para petani dapat memperoleh nilai yang lebih layak di pasar.

Ia berharap forum rembuk ini dapat melahirkan berbagai gagasan dan langkah bersama untuk memperkuat posisi petani karet ke depan.

“Momentum rembuk ini diharapkan menjadi awal penguatan gerakan petani karet Indonesia, agar karet rakyat kembali menjadi sumber kesejahteraan bagi jutaan keluarga petani,” ujarnya.

Kegiatan Rembug Petani Karet Jambi menjadi bagian dari upaya Apkarindo untuk terus memperkuat konsolidasi petani karet di berbagai daerah sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan sektor karet nasional.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya