Berita

Deklarasi Kornas Presidium Pemuda Timur dukung Polri tetap di bawah presiden yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Dokumentasi Sandri Rumanama)

Politik

Kornas Presidium Pemuda Timur:

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

SELASA, 03 MARET 2026 | 23:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kornas Presidium Pemuda Timur menegaskan dukungannya agar Polri tetap berada di bawah Presiden secara struktural dan organisatoris. 

Sikap tersebut disampaikan dalam agenda deklarasi yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026.

Perwakilan Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menyatakan dukungan itu didasarkan pada sejumlah pertimbangan mendasar.


“Yang pastinya kami dari Pemuda Indonesia Timur berharap dan menyampaikan pernyataan sikap kami, kami mendukung penuh Polri secara struktural dan organisasi tetap di bawah Presiden, tentu dengan alasan-alasan tertentu,” ujar Sandri.

Ia menjelaskan, alasan pertama adalah untuk mempermudah garis komando. Kedua, agar proses penegakan hukum tidak berbelit-belit. Ketiga, menjaga independensi penegakan hukum sebagaimana amanat reformasi yang selama ini dijaga bersama.

“Karena menurut pertimbangan kami ini adalah amanat reformasi yang kita jaga bersama. Melemahkan institusi penegakan hukum tentu artinya melemahkan bangsa itu sendiri,” tegasnya.

Terkait berbagai framing negatif terhadap Polri, Sandri menilai hal tersebut tidak perlu dilawan secara reaktif. Ia menyebut setiap lembaga negara memiliki sisi positif dan negatif yang tidak bisa dimungkiri.

“Kalau Polri salah ya kita kritisi. Kalau menurut kami kerjanya tidak sesuai prosedural undang-undang dan tidak baik di mata publik, kita kritisi. Kami tidak membela secara mutlak,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan pihaknya menolak jika secara struktural Polri digiring ke ranah politik praktis. Menurutnya, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian terlalu politis dan berpotensi mengaburkan prinsip ketatanegaraan.

“Relasinya Polri dan Presiden adalah relasi konstitusional, bukan relasi politis. Jadi kalau Polri dianggap buruk di mata masyarakat ya kita kritisi agar memperbaiki diri, bukan malah melemahkan institusinya,” ujarnya.

Sandri juga menyoroti peran Polri di kawasan Indonesia Timur. Ia menilai institusi tersebut termasuk yang paling tanggap dan cepat dalam merespons persoalan di wilayah dengan tingkat konflik horizontal yang relatif tinggi.

Ia menyebut konflik antar kampung, antar desa, hingga konflik keyakinan yang pernah menelan banyak korban jiwa menjadi bagian dari dinamika di kawasan tersebut. Dalam situasi itu, Polri dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat.

“Kalau melemahkan institusi ini sama dengan melemahkan sendi-sendi bangsa dan negara,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya