Berita

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Kopontren Daarut Tauhid Aa Gym Didorong Jadi Motor Ekonomi Umat

SELASA, 03 MARET 2026 | 14:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong pertumbuhan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya sebagai basis lembaga ekonomi di lingkungan pesantren. 

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi umat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah menegaskan bahwa Kopontren memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi berbasis komunitas. Bahkan asas koperasi dinilai sejalan dengan ruh agama islam yang menekankan bahwa kegotong-royongan, kekeluargaan dan kebersamaan dalam setiap usaha atau kegiatan.


"Sejatinya nilai yang dikembangkan dari koperasi sama dengan yang diajarkan oleh Islam. Di koperasi juga sama, menurut Undang-Undang Dasar 1945, ekonomi adalah usaha bersama yang dibentuk atas asas kegotong-royongan dan kerja sama," kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada acara Rapat Akhir Tahun (RAT) Kopontren Daarut Tauhid, Bandung, Selasa, 3 Maret 2026.

Farida menegaskan bahwa Kopontren bukan hanya sebatas wadah usaha bersama, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan potensi umat.

"Sehingga Bapak Presiden ingin mengembalikan arah pergerakannya sama dengan koperasi yang hari ini diwajibkan di setiap desa dan kelurahan untuk dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya.

Berdasarkan catatan dari Kemenkop dan Kementerian Agama (Kemenag) saat ini terdapat sekitar 42.000 pondok Pesantren di seluruh Indonesia, namun dari jumlah itu yang memiliki Kopontren baru sekitar 6.000-an.

Oleh sebab itu di Pondok Pesantren Daarut Tauhid tersebut, Wamenkop Farida mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Kopontren agar menjadi lembaga ekonomi umat yang menyejahterakan masyarakat dan mensukseskan program prioritas pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih termasuk

"Saya kira hari ini adalah momentumnya mengarusutamakan koperasi dan saya senang sekali ketika Pondok Pesantren juga memiliki ruh atau frekuensi yang sama seperti yang sudah dilakukan oleh Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang pada hari ini telah melaksanakan RAT yang ke-31," kata Farida.

Wamenkop kembali menegaskan bahwa saat ini Kopontren dengan jaringan yang dimiliki telah teruji kemampuannya dalam membangun ekosistem perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya sudah banyak Kopontren yang menjadi teladan dalam tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan. 

Dengan potensi yang dimiliki oleh Kopontren tersebut, pemerintah akan terus memperkuat pendampingan hingga kemudahan akses permodalan agar Kopontren mampu bersaing dan tumbuh lebih besar. Namun, ia juga mendorong agar Kopontren harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar tidak tertinggal. 

“Awareness masyarakat pesantren terhadap koperasi masih perlu ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci dimana literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat koperasi," katanya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Kopontren Daarut Tauhid yang mampu bermitra dengan berbagai pihak dan memberi manfaat lebih luas. Wamenkop berharap koperasi lain dapat meniru model yang dikembangkan oleh Kopontren ini sehingga tercipta ekosistem ekonomi pesantren yang berkelanjutan. 

“Koperasi harus menjadi jalan barokah, bukan sekadar keuntungan finansial,” ujarnya. 

Di saat yang sama Pendiri Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menekankan bahwa koperasi harus membawa nilai barokah. 

Menurutnya keberkahan itu bukan hanya keuntungan dari setiap usaha yang dijalankan melainkan dari sisi kebermanfaatannya bagi masyarakat. Di sisi lain, Koperasi harus mampu memastikan seluruh yang terlibat di dalam ekosistem dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

"Koperasi sejatinya adalah salah satu jalanan untuk membangun karakter akhlak, jadi bukan semata-mata transaksi uang dan barang tetapibagaimana dengan ada koperasi terjadi perubahan akhlak menjadi lebih baik," kata Aa Gym.

Ia berharap Kopontren Daarut Tauhid dapat menjadi contoh yang baik dalam mensinergikan antara muamalah dengan pembangunan karakter/akhlak yang baik bagi setiap orang. Aa Gym juga menegaskan bahwa pondok pesantren harus mampu membuktikan dua hal tersebut dapat berjalan beriringan. 

“Istikamah dalam mengelola koperasi adalah perjuangan yang sesungguhnya,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya