Berita

Din Syamsuddin (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Din Syamsuddin: Saatnya Presiden Prabowo Berpikir Ulang untuk Indonesia Keluar dari BoP

SELASA, 03 MARET 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto berpikir ulang terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Demikian disampaikan Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta, Din Syamsuddin, menyusul pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah jenderal Iran oleh serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat. 

“Tentu manusia berhati nurani mengecam pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa jenderal Iran sebagai perbuatan keji dan kejam. Tindakan itu melanggar hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan bentuk terorisme nyata,” ujar Din kepada wartawan, Selasa, 3 Maret 2026.


Namun demikian, menurut Din, kesyahidan pemimpin Iran tersebut justru menjadi amunisi baru bagi Iran untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Selain mengerahkan kemampuan persenjataan besar yang dimilikinya, Din menyebut Iran menemukan semangat baru untuk berperang. Rakyat Iran yang memiliki masa lampau yang jaya dan daya juang tinggi disebut bangkit dan berada di belakang Garda Revolusi untuk melawan.

“Akibatnya, Israel dan Amerika Serikat akan kewalahan menghadapi situasi, dan boleh jadi akan mencari cara untuk menyerah atau menawarkan genjatan senjata. Hari-hari ke depan Tel Aviv dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan akan semakin hancur,” tegasnya.

Din yang juga Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini pun menyerukan agar negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI menunjukkan solidaritas keislaman dan kemanusiaan terhadap apa yang disebutnya sebagai keangkuhan dan ketidakadilan Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai umat Islam tidak boleh terpengaruh politik divide et empera atau adu domba antara Sunni dan Syiah.

Lebih jauh, Din menegaskan Indonesia sesuai amanat konstitusi harus bersikap tegas melawan segala bentuk penjajahan di muka bumi dan menentang agresi sebuah negara terhadap negara lain.

“Saatnya Presiden Prabowo berpikir ulang untuk keluar dari Board of Peace (BoP) bikinan Presiden Trump, dan menarik ucapannya yg keliru bahwa ‘keamanan Israel harus dijamin’ karena itu berdasarkan logika terbalik,” kata Ketua World Peace Forum ini.

Ia menambahkan, Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian sejati serta tidak terjebak pada permainan politik global yang kolonialistik dan imperialistik.

Menurut Din, Presiden Prabowo perlu mengikuti jejak para pendahulunya seperti Sukarno dan Suharto yang bersikap tegas terhadap neo-kolonialisme dan imperialisme.

“Board of Peace adalah klaim perdamaian semu, dan sejatinya adalah Dewan Peperangan dan Penjajahan Baru,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya