Berita

Ketua Deplu dan Kerjasama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah (tengah). (Foto: RMOL)

Politik

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

MINGGU, 01 MARET 2026 | 18:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran. 

Berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan ini dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat. Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama.

"DPP PKB mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat," kata Ketua Deplu dan Kerjasama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, di markas PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Maret 2026.


Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia.

Jika praktik semacam ini dibiarkan, maka dunia sedang bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum. Hari ini Iran menjadi target. 

"Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun," jelas Luluk.

DPP PKB menilai bahwa ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terhadap Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina, telah membuka ruang keberanian baru bagi eskalasi kekerasan. 

"Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas," sambungnya.

DPP PKB menegaskan bahwa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh kepentingan geopolitik, tidak boleh tunduk pada dominasi kekuatan militer, dan tidak boleh dikorbankan demi agenda kekuasaan global. Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah.

Oleh karena itu, DPP PKB menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan ini.
Lalu menjatuhkan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda, termasuk kepada Israel dan pihak yang mendukungnya (Amerika)

Mendorong de-eskalasi konflik dan membuka jalur diplomasi, serta melindungi rakyat sipil dari dampak konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah.

"Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, tetapi spiral konflik tanpa akhir," ungkap Luluk.

"Kami menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati," pungkasnya.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya