Berita

Peserta Didik Menikmati MBG. (Foto: Antara)

Politik

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

MINGGU, 01 MARET 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Polemik pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut beririsan dengan anggaran pendidikan dinilai tak bisa dilepaskan dari dinamika politik terkini. 

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, melihat isu tersebut muncul di tengah positioning PDIP sebagai partai penyeimbang pemerintah.

Ia menilai, jika polemik ini dibaca sebagai bagian dari implikasi sikap PDIP yang memilih menjadi partai penyeimbang, maka konteksnya menjadi lebih politis. 


“Di satu sisi PDIP bagian dari yang menyetujui anggaran MBG yang belakangan dipersoalkan. Tapi pada saat bersamaan PDIP sepertinya ingin memberikan sikap kritis, yaitu soal jangan sampai anggaran MBG yang beririsan tebal dengan anggaran dana pendidikan itu justru berpotensi merusak kualitas pendidikan,” jelasnya lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 1 Maret 2026.

Kekhawatiran tersebut, lanjut Adi, menyangkut nasib kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang telah lama mengabdi namun dinilai masih menerima gaji dan insentif yang belum sesuai harapan. Selain itu, fasilitas sekolah juga dikhawatirkan terdampak jika dana pendidikan tersedot untuk kepentingan program MBG.

Namun demikian, Adi mencatat bahwa belakangan PDIP menyampaikan kepada publik bahwa masuknya MBG dalam pos anggaran pendidikan lebih kepada upaya meluruskan misinformasi. Hal itu muncul setelah ada sejumlah pejabat yang mengingkari bahwa MBG merupakan bagian dari pos anggaran pendidikan.

Meski demikian, Adi menilai persepsi publik tidak bisa diabaikan. Dalam politik, setiap pernyataan elite kerap dibaca memiliki muatan tertentu.

“Tapi tidak mungkin kalau tidak ada asap tanpa ada api. Apa pun yang disampaikan oleh PDIP per hari ini masih dibaca oleh publik ada intensi politik yang entah itu apa,” pungkasnya.


Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya