Berita

Foto bersama peserta Mega Fam Iftar 2026 ASEAN di Hotel Perdana KLCC, Malaysia, Jumat, 27 Februari 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 04:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tourism Malaysia menggencarkan promosi wisata Ramadan dengan menggelar Malaysia Mega Familiarisation (Mega Fam) Iftar 2026 yang melibatkan puluhan media dan influencer dari kawasan Asia Tenggara. 

Program ini bukan sekadar agenda buka puasa bersama, melainkan strategi promosi terintegrasi untuk memperkuat citra Malaysia sebagai destinasi unggulan selama bulan suci.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 27 Februari hingga 2 Maret 2026, menjadi bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 guna memperluas promosi pariwisata Negeri Jiran, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Ramadan Malaysia ke pasar regional ASEAN.


Jurnalis RMOL turut menjadi bagian dari 24 media dan content creator yang diundang meliput dua agenda utama, yakni Iftar Ramadan Kuala Lumpur dan Festival Ramadan di Putrajaya. 

Tak hanya menghadiri acara besar Ramadan, para peserta juga dijadwalkan mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata serta bangunan bersejarah ikonik di dua kota tersebut.

Hari pertama, Jumat, 27 Februari 2026, dibuka dengan resepsi pembukaan yang dirangkai buka puasa bersama di Hotel Perdana KLCC. 

Sejak pukul 17.30 WIB, peserta dari Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Vietnam, dan Laos mulai berdatangan.

Director Corporate Communication Tourism Malaysia, Yasmin Faezah Syamsudin menyampaikan bahwa momentum berbuka puasa di Malaysia tidak sekadar rutinitas Ramadan, melainkan diselenggarakan secara besar dan terbuka. 

Delegasi media dari berbagai negara ASEAN akan memperoleh kesempatan menikmati sensasi berwisata di bulan suci Ramadan, merasakan harmoni antara tradisi, kuliner, dan keramahan masyarakat setempat.

“Seperti yang kita lihat, Iftar adalah program Ramadan yang dirayakan oleh umat Muslim. Tetapi di Malaysia, Iftar diadakan dalam skala besar. Peserta Iftar Mega Fam Iftar kali ini berasal dari seluruh negara ASEAN. Kita memiliki budaya yang sama. Jadi kami mengundang para peserta Iftar ini untuk merasakan Iftar di Malaysia," ujarnya kepada RMOL.

Ia menaruh harapan agar Mega Fam Iftar 2026 menjadi katalis perluasan promosi wisata Malaysia sekaligus mendorong lebih banyak wisatawan dari negara tetangga berkunjung. 

“Yang untuk buka puasa ini, kami memang fokus pada media. Karena media ini membantu pariwisata Malaysia untuk menyebarkan informasi tentang Visit Malaysia 2026. Yang kami harapkan negara-negara tetangga ini akan datang ke Malaysia untuk merayakan Tahun Visit Malaysia 2026 bersama," kata dia.

Usai sambutan, peserta menikmati sajian berbuka khas Melayu seperti kerabu taugeh ikan, kari ayam, sotong, teh tarik, aneka jajanan dan kue, hingga kurma sebagai pembuka. 

Suasana akrab berlanjut dalam sesi ramah tamah dan foto bersama yang menutup agenda hari pertama.

Salah satu peserta, YouTuber asal Indonesia bernama Sastra, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk Iftar Ramadan di Dataran Merdeka Kuala Lumpur yang akan digelar keesokan harinya. 

“Besok kita bisa melihat bagaimana orang-orang non-muslim pun akan ikut kita duduk bersama berbuka puasa di lapangan ada bahkan bule-bule dari negara manapun akan join dan mereka menjadikan ini sebagai sebuah kegiatan tourism yang profitable bagi negara Malaysia," kata dia. 

Kegiatan akan berlanjut pada esok hari, Sabtu, 28 Februari 2026, dengan kunjungan ke lokasi bersejarah seperti Seri Negara dan Bangunan Sultan Abdul Samad. 

Agenda nantinya diteruskan dengan peluncuran Iftar Ramadan di Dataran Merdeka yang akan diresmikan oleh Minister of Tourism, Arts & Culture, Dato Sri Tiong King Sing dan menghadirkan hingga 3.000 peserta buka bersama. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya