Berita

Lampu Ramadan di Belgia (Tangkapan layar RMOL dari YouTube VIORY)

Dunia

Sejarah Baru di Belgia, Jalanan Ghent Disinari Lampu Hias Bertema Ramadan

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ramadan tahun ini menjadi spesial bagi warga kota Ghent di Belgia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu, jalan-jalan utama di kota tersebut dihiasi lampu bertema Ramadan, menciptakan suasana hangat selama bulan puasa sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Kota Ghent memasang lampu Ramadan di dua kawasan perbelanjaan yang ramai, yakni Bevrijdingslaan-Phoenixstraat di distrik Brugse Poort dan Wondelgemstraat di kawasan Rabot. 

Lampu-lampu ini mulai dipasang beberapa hari sebelum Ramadan dan akan tetap menyala hingga Hari Raya Idulfitri.


Inisiatif ini digagas oleh Asosiasi Masjid Ghent (VGM) bersama para pedagang setempat. Ketua VGM, Mohamed Abd El Motleb Omar, mengatakan bahwa ini adalah yang pertama di Belgia.

“Ini adalah inisiatif pertama di seluruh Belgia. Tidak ada kota lain yang memasang lampu Ramadan seperti ini,” ujar Omar, dikutip dari TRT, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, ide tersebut muncul sekitar empat tahun lalu setelah melihat dekorasi Ramadan serupa di London. Para pedagang kemudian meminta VGM mengurus seluruh proses perizinan dan pelaksanaannya di Belgia.
Omar juga menegaskan bahwa pemasangan lampu ini tidak menggunakan dana pemerintah kota.

“Ini tidak dibiayai oleh dewan kota. Seratus persen dibiayai oleh para pedagang lokal,” tegasnya.

VGM sendiri mewakili 23 masjid di Ghent dan aktif mengadakan berbagai kegiatan untuk mempererat hubungan antarumat, termasuk buka puasa bersama (iftar) skala besar yang dihadiri warga dari berbagai latar belakang, seperti Turki, Maroko, Afghanistan, dan Pakistan.

Kawasan yang dihiasi lampu memang dikenal sebagai area dengan aktivitas perdagangan yang hidup dan banyak pemilik toko berlatar belakang Muslim. Saat Ramadan, suasana malam hari biasanya semakin ramai.

Omar menyebut respons masyarakat sejauh ini sangat positif, bahkan dari kalangan yang biasanya kritis terhadap simbol-simbol keagamaan di ruang publik.

“Reaksinya sebagian besar positif… Tidak ada masalah, bahkan dari pihak sayap kanan,” katanya.

Ia juga menilai lampu-lampu tersebut memicu rasa ingin tahu warga. “Banyak orang datang dan bertanya, ini lampu apa? Apa itu Ramadan? Mengapa berpuasa? Jadi ini benar-benar mempertemukan orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak pernah berbicara satu sama lain,” jelas Omar.

Ia berharap kota-kota lain di Belgia bisa mengikuti langkah ini karena dinilai dapat memperkuat kehidupan bersama yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

Bagi warga setempat, lampu Ramadan ini memiliki makna mendalam. Seorang warga bernama Nain, yang sejak kecil tinggal di lingkungan tersebut, menyebut dekorasi ini sebagai tanda positif bagi komunitas Muslim.

“Ini tahun pertama ada lampu khusus Ramadan. Saya pikir ini tanda yang sangat positif bagi komunitas… bahwa mereka memang bagian dari sini dan dihormati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungannya sejak lama dikenal sebagai kawasan multikultural.

“Ada toko roti Belgia berdampingan dengan toko roti Turki, dan orang Turki juga berbelanja di toko Belgia,” katanya.

Nain membandingkan dengan dekorasi Natal yang setiap tahun menghiasi berbagai kota di Belgia.

“Untuk Natal, kita melihat dekorasi di setiap kota. Mengapa tidak melihat dekorasi Ramadan juga di setiap kota?” tutupnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya