Berita

United Tractors (Foto: Facebook/PT United Tractors Tbk)

Bisnis

Laporan Tahunan UNTR 2025: Laba Bersih Terkoreksi 24 Persen

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT United Tractors Tbk (UNTR) menutup tahun buku 2025 dengan pelemahan. 

Tekanan pada sejumlah segmen usaha serta meningkatnya beban operasional yang menggerus profitabilitas menjadi dinamika bisnis yang cukup menantang. 

Dalam keterbukaan infomasi pada laman bursa Efek Indonesia, Jumat 27 Februari 2026, anak usaha PT Astra International Tbk ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp131,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan penurunan tipis sebesar 2 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp134,4 triliun.


Penurunan pendapatan ini merupakan imbas dari melemahnya beberapa lini bisnis utama perusahaan. 

Segmen kontraktor penambangan menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan merosot 7 persen menjadi Rp54,1 triliun, diikuti oleh pelemahan pada segmen mesin konstruksi sebesar 2 persen ke angka Rp36,6 triliun. 

Sektor pertambangan batu bara termal dan metalurgi juga tertekan sebesar 7 persen. Namun, di tengah tren negatif tersebut, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya justru tampil sebagai penyelamat dengan lonjakan pertumbuhan signifikan mencapai 41 persen menjadi Rp14 triliun.

UNTR menghadapi tekanan biaya operasional yang cukup berat. Laba bruto perusahaan tercatat sebesar Rp29,7 triliun atau turun 12 persen akibat membengkaknya beban penjualan hingga 51 persen dan kenaikan beban umum administrasi menjadi Rp6,04 triliun. 

Kondisi ini diperparah oleh kontribusi entitas asosiasi yang berbalik rugi sebesar Rp245 miliar. Dampak akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tajam 24 persen menjadi Rp14,8 triliun, yang sekaligus mengoreksi laba bersih per saham (EPS) menjadi Rp4.082 per lembar.

Meskipun laba bersih mengalami kontraksi, fundamental keuangan UNTR tetap menunjukkan resiliensi yang solid. Total aset perusahaan justru tumbuh 5 persen menjadi Rp177,6 triliun berkat peningkatan aset tetap dan investasi jangka panjang.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya