Berita

Rabi Yahudi Amerika-Israel bernama Yehuda Kaploun dalam konferensi Jerusalem Post. (Foto: Instagram Gaza Update)

Global

Misi Zionis Susupi Kurikulum Pendidikan RI?

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dalam konferensi Jerusalem Post baru-baru ini, disiarkan pernyataan seorang Rabi Yahudi Amerika-Israel bernama Yehuda Kaploun, yang ditunjuk oleh Trump sebagai Utusan Khusus untuk memantau dan memerangi Antisemitisme (SEAS).

Antisemitisme berarti prasangka, kebencian, atau diskriminasi terhadap orang Yahudi baik secara individu, kelompok, maupun penganut agamanya.

Terdapat pernyataan Kaploun yang membuat mencengangkan warga pengguna internet di Indonesia, karena mengungkap misi Zionis Israel yang disokong oleh Trump.


Kaploun menyampaikan rencana-rencananya untuk menggunakan jabatannya di Departemen Luar Negeri AS, salah satunya mempengaruhi kurikulum pendidikan di Indonesia. 

Dia berujar; “Presiden Trump mengirim pesan penting ketika aku turun dari pesawat, (dengan bilang) aku perwakilan Presiden dan aku mengenakan Yarmulke (topi Yahudi). Ini adalah pertunjukan penting, bukan hanya mengubah sejarah, ini tentang pendidikan. Dan bagaimana kita mendidik 350 juta muslim Indonesia, mengubah pelajarannya di buku mereka”.

Selain itu, Kaploun juga mengungkap strategi yang bakat dilakukannya, untuk melawan Anti-semit (orang yang membenci Yahudi), di dunia media sosial dan bagaimana mereka bisa mengubah algoritma trending di media sosial.

“Perusahaan mana yang bisa kita ajak kerjasama, kita akan menempatkan orang kita di sana, yang terfokus melawan Anti-semit. Kita gunakan teknologi canggih untuk melawannya, bekerja sama juga dengan perusahaan teknologi terbesar milik Yahudi, mereka juga tawarkan bantuan,” ujar dia.

“Jadi kami harus punya mandat kuat untuk mendidik Anti-semit agar melindungi Yahudi, dan bagaimana kita harus bisa membuat perubahan dalam memerangi Anti-semit,” tambah Kaploun.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya