Berita

Salah satu SPBU di Kuba (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube WCNC)

Dunia

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia tengah mempertimbangkan kemungkinan memberikan bantuan bahan bakar kepada Kuba yang saat ini menghadapi krisis energi serius. 

Berbicara usai pertemuan di parlemen Rusia (Duma Negara), Wakil Perdana Menteri Aleksandr Novak, menegaskan bahwa pembahasan bantuan tersebut masih berada di tingkat kabinet dan sedang dikaji secara resmi melalui mekanisme kerja sama bilateral. 

“Komisi antar pemerintah tentang kerja sama perdagangan dan ekonomi antara Rusia dan Kuba sedang menangani hal ini,” ujar Novak kepada wartawan, dikutip dari RT, Kamis 26 Februari 2026.


Pernyataan ini menjadi sinyal penting bahwa Moskow membuka peluang dukungan konkret bagi Havana.

Kuba saat ini mengalami salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) serta pembatasan terhadap pemasok minyak telah memangkas pasokan energi secara drastis. 

Situasi diperparah dengan terhentinya ekspor minyak dari Venezuela yang selama ini menjadi sumber utama impor bahan bakar Kuba.

Akibat kelangkaan tersebut, pemerintah Kuba menerapkan berbagai langkah darurat. Perusahaan milik negara hanya beroperasi empat hari dalam sepekan, distribusi bahan bakar dibatasi, layanan transportasi antarpovinsi dikurangi, dan sejumlah fasilitas wisata ditutup sementara. Otoritas juga memperingatkan maskapai penerbangan bahwa pasokan bahan bakar avtur akan dihentikan selama satu bulan.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa strategi tekanan ekonomi terhadap Kuba dimaksudkan untuk memaksa pemerintah Havana membuat konsesi politik. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika tidak tercapai kesepakatan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam kebijakan Washington terhadap Kuba dan menyebutnya sebagai bentuk “blokade” yang tidak dapat diterima. Moskow menegaskan solidaritasnya terhadap Havana di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya