Berita

Kemlu RI (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Kemlu Ingatkan Status Iran Masih Siaga 1, WNI Diminta Waspada

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 18:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) memastikan situasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran masih dalam kondisi aman meski tensi antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat. 

Plt Dirjen Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Februari 2026 menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran. 

Dikatakan hingga kini situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif. Kemlu juga terus menjalin komunikasi secara aktif dan berkelanjutan dengan para WNI di sana.


“Terkait keberadaan WNI di Iran, KBRI Tehran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI,  dan hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Februari 2026.

Kemlu juga memastikan bahwa Status Siaga 1 yang ditetapkan sejak Juni 2025 masih berlaku, sehingga WNI diminta untuk tetap waspada. 

“Status Siaga 1 untuk Iran yg ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih  berlaku. KBRI Tehran juga telah beberapa kali sampaikan himbauan pada WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah Iran secara mandiri sekiranya kondisi keamanan di wilayah mereka tidak kondusif,” jelas Heni.

Lebih jauh ditegaskan, seluruh rencana darurat tetap disiapkan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat terhadap Iran. 

Laporan menyebut Washington telah mengumpulkan 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel militer, serta sedikitnya tujuh sayap udara tempur di kawasan Timur Tengah. 

Dua sayap udara tambahan kini ditempatkan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, memperluas daya jangkau tempur di sekitar Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengambil keputusan dalam 10 hingga 15 hari ke depan terkait langkah terhadap Iran.

“Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan (dengan Iran),” ujarnya seperti dikutip dari Axios. 

Sementara itu, jurnalis sekaligus whistleblower Amerika, John Kiriakou, mengungkap bahwa seorang mantan perwira CIA di Gedung Putih menyebut keputusan untuk menyerang Iran telah dibuat dan berpotensi dilakukan awal pekan ini.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya