Berita

Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khatam Al Qur’an dan doa Bersama (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ramadan Waktu Mustajab Doakan Indonesia Lebih Baik

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjelang bulan suci Ramadan, Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khatam Al Qur’an dan doa Bersama. 

Kegiatan yang berlangsung di Alhamd Carpet, Radio Dalam, Jakarta ini tidak sekadar menjadi tradisi menyambut Ramadan, tetapi juga momentum spiritual untuk mendoakan bangsa dan negara.

Ketua Umum FOKUS, Ustazah Bahijah Hamid, yang juga memimpin Majelis Ta’lim Daruttaqwa, menegaskan pentingnya memperbanyak doa agar Indonesia semakin adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.


“Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan pemerintah, Bapak Presiden, bangsa, dan negara,” ujar Ustazah Bahijah, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 14 Februari 2026.

Dalam doa bersama tersebut, FOKUS secara khusus mendoakan Presiden Prabowo Subianto, rakyat Indonesia, serta perdamaian dunia.

Doa juga dipanjatkan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara (Medan), Sumatera Barat (Padang), Jawa Barat, dan daerah lainnya.

“Mudah-mudahan keluarga dan saudara kita yang terkena musibah diberikan pertolongan oleh Allah SWT. Dan apa yang kita lakukan menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT,” ujar Ustazah Bahijah.

Dalam tausiyahnya, Ustazah Bahijah mengutip Surah Al-Baqarah ayat 186 yang berada di antara ayat-ayat tentang puasa. Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya, terlebih pada momentum mustajab seperti saat berpuasa dan menjelang berbuka.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.* (QS. Al-Baqarah: 186)

Selain itu, ia juga membacakan Surah An-Naml ayat 62 yang menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan dan menghilangkan kesusahan.

Melalui khataman dan doa bersama ini, FOKUS berharap Ramadan menjadi momentum perbaikan kolektif, bukan hanya memperkuat ibadah personal, tetapi juga mempererat doa untuk kemajuan Indonesia, kesejahteraan rakyat, dan perdamaian dunia.

Dalam kesempatan yang sama, tuan rumah H. Malik Mahboob Ahmad, musafir asal Pakistan yang juga seorang pengusaha karpet mengajak para ulama, tokoh agama, pimpinan masjid, serta majelis taklim untuk terus mendoakan pemimpin bangsa.

“Mengimbau kepada seluruh tokoh agama dan pimpinan majelis taklim untuk selalu mendoakan Bapak Presiden kita. Ini menjadi kewajiban sebagai rakyat untuk mendoakan pemimpinnya,” ujar Malik.

Ia menyoroti empat poin penting dalam kegiatan tersebut:

Pertama, Khatmul Qur’an sebagai Doa untuk Presiden dan Bangsa. Khataman Al Qur’an diniatkan sebagai doa bagi Presiden Prabowo Subianto, bangsa Indonesia, serta perdamaian dunia.

Kedua, ajakan Doa Lintas Elemen. FOKUS mengajak seluruh rakyat Indonesia, lintas daerah, suku, dan agama, untuk turut mendoakan pemimpin dan negara sesuai keyakinan masing-masing.

Ketiga, doa sebagai Kewajiban Moral dan Spiritual, yaitu mendoakan pemimpin dan negara ditegaskan sebagai kewajiban moral dan spiritual yang berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keempat, seruan Doa Nasional. Ia mengimbau pelaksanaan doa bersama, munajat, istighotsah, dzikir, dan istighfar secara serentak di seluruh provinsi, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun kantor pemerintah dan swasta.

Malik juga mengusulkan gagasan “perjalanan spiritual kenegaraan” ke Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) yang melibatkan Presiden, jajaran pemerintah, ulama, akademisi, serta keluarga mantan Presiden dan Wakil Presiden untuk doa khusus bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya