Berita

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Sekjen: Kader Golkar Boleh Kritik Pemerintah, tapi Tidak Ekstrem

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menjelaskan maksud larangan kader partai di DPR menyerang kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Adapun, larangan itu merupakan satu dari empat fatsun yang ditujukan kepada anggota DPR RI Fraksi Golkar.

Sarmuji menegaskan bahwa larangan tersebut tidak berarti menghilangkan hak dan kewenangan anggota dewan untuk memberikan catatan terhadap jalannya pemerintahan.


"Hanya saja, cara komunikasinya tidak ekstrem," kata Sarmuji, kepada wartawan usai acara tasyakuran peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Sarmuji menjelaskan, dalam proses komunikasi politik selalu terdapat spektrum dan tingkatan.

Berdasarkan fatsun Partai Golkar, kata dia, kader dilarang keras melakukan komunikasi yang berada dalam spektrum negatif.

Sarmuji mencontohkan, komunikasi negatif yang dimaksud adalah narasi yang bertujuan untuk mencela hingga memaki.

Ia menambahkan, kader Golkar baik di DPP maupun fraksi DPR tetap diperkenankan untuk memberikan evaluasi terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Evaluasinya yang konstruktif, yang memberikan solusi-solusi," ujarnya. 

Dalam pidato politiknya, Sarmuji menegaskan Fraksi Partai Golkar tegak lurus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Seluruh kader beringin di parlemen diminta tidak mengkritik, apalagi menyerang kebijakan pemerintah.

Sarmuji yang juga Sekretaris Jenderal Golkar mengakui dalam praktik pemerintahan tidak semua kebijakan akan diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun, kebijakan yang kurang populer tetap perlu dijelaskan dengan pendekatan komunikasi yang tepat.

Sebagai konsekuensi berada di dalam koalisi, ia mengingatkan seluruh kader dan anggota fraksi untuk tidak menyerang kebijakan Presiden maupun Wakil Presiden.

“Jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah,” tegasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya