Berita

Menlu AS Marco Rubio dan PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Fox News)

Dunia

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 10:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Israel resmi bergabung dengan organisasi Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Kepastian itu disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat kunjungan ke Washington, Rabu waktu setempat, 11 Februari 2026, setelah bertemu langsung dengan Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Dalam pertemuan Netanyahu dengan Rubio, keduanya terlihat memegang dokumen yang menunjukkan penandatanganan piagam keanggotaan Israel dalam dewan tersebut. 


Netanyahu kemudian mengumumkan bahwa Israel resmi menjadi bagian dari Board of Peace melalui media sosial X. 

"Saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Board of Peace," tulis Netanyahu, seperti dikutip dari Reuters.

Usai agenda penandatanganan, Netanyahu juga melakukan pembahasan lanjutan dengan Trump terkait isu Iran. 

Bergabungnya Israel ke Board of Peace menandai keterlibatan resmi Tel Aviv dalam mekanisme internasional yang dirancang Washington untuk menangani konflik dan stabilisasi kawasan.

Board of Peace memperoleh dasar hukum melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada pertengahan November. 

Resolusi tersebut memberi mandat kepada dewan dan negara-negara mitranya untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza, wilayah yang memasuki fase gencatan senjata rapuh sejak Oktober di bawah rencana Trump yang disetujui Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas.

Dalam rencana Gaza versi Trump, dewan ini ditugaskan mengawasi pemerintahan sementara Gaza. Trump kemudian menyatakan Board of Peace, dengan dirinya sebagai ketua, akan diperluas cakupannya untuk menangani konflik global. 

Pertemuan perdana dewan dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington dengan agenda utama rekonstruksi Gaza.

Namun, pembentukan dewan ini menuai kritik luas. Sejumlah pakar hak asasi manusia menilai peran Trump dalam mengawasi urusan wilayah asing menyerupai struktur kolonial. 

Kehadiran Israel di dalam dewan juga diperkirakan memicu kecaman lanjutan karena tidak adanya perwakilan Palestina, sementara banyak negara Barat sekutu tradisional AS memilih bersikap hati-hati atau tidak bergabung karena khawatir dewan tersebut berpotensi melemahkan peran PBB.

Di lapangan, gencatan senjata Gaza dilaporkan berulang kali dilanggar dengan ratusan korban jiwa sejak Oktober. 

Tahap lanjutan rencana Trump mencakup isu-isu sensitif seperti pelucutan senjata Hamas yang selama ini ditolak, penarikan pasukan Israel lebih lanjut dari Gaza, serta pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional, di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat serangan Israel ke wilayah tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya