Berita

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Nusantara

Kemensos Kejar Target Penyaluran Bansos Rp20 Triliun hingga Akhir Maret 2026

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Sosial (Kemensos) terus memacu distribusi bantuan sosial (bansos) agar mencapai target Rp20 triliun pada penghujung Maret 2026. 

Hingga saat ini, realisasi anggaran yang telah dikucurkan kepada masyarakat telah menyentuh angka Rp17 triliun, menyisakan sekitar Rp3 triliun yang akan segera disalurkan dalam waktu dekat.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), merinci bahwa stimulus ekonomi pada kuartal I ini terbagi ke dalam dua kategori utama; yaitu Bansos Reguler dan Bansos Adaptif,


Bansos Reguler mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako bagi 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi Rp17,5 triliun.

Bansos Adaptif dan Atensi dialokasikan sebesar lebih dari Rp2,3 triliun untuk penanganan bencana (termasuk wilayah Sumatera) serta program asistensi rehabilitasi sosial.

“Secara keseluruhan nilainya adalah Rp 20 triliun. Sampai hari ini sudah kita salurkan lebih dari Rp 17 triliun,” ungkap Gus Ipul dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026. 

Gus Ipul menegaskan bahwa fokus utama penyaluran ini menyasar masyarakat pada kategori Desil 1 (sangat miskin) dan *esil 2 (miskin). Namun, jika anggaran mencukupi, jangkauan bantuan akan diperluas hingga Desil 3 (hampir miskin) dan Desil 4 (rentan miskin).

Pemerintah menekankan bahwa daftar penerima bersifat dinamis berdasarkan data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini memungkinkan adanya perubahan status penerima di tiap kuartal. 

Proses penyaluran sendiri dilakukan melalui pembukaan rekening baru maupun melalui PT Pos Indonesia.

“Artinya ini InsyaAllah sampai Lebaran (disalurkan sisanya), dan kami akan salurkan pada kuartal II nanti di bulan April, Mei, dan Juni,” tambah Gus Ipul.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, masyarakat diajak aktif dalam pemutakhiran data melalui dua jalur.

Jalur Formal, yaitu melalui mekanisme berjenjang dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Dinas Sosial, hingga pengesahan oleh Bupati/Wali Kota.

Jalur Partisipasi Terbuka yaitu masyarakat dapat memberikan usul atau sanggahan secara langsung melalui command center maupun WhatsApp resmi Kementerian Sosial.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya