Berita

Pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi (tengah) bersama Ketua Panitia Rakernas sekaligus Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama (kiri). (Foto: Dokumentasi Haidar Alwi Institute)

Politik

Haidar Alwi Institute Beri Penghargaan ke Prabowo Hingga Listyo Sigit

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 23:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Haidar Alwi Institute menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada hari ini di Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin, 9 Februari 2026. Rapat digelar dalam rangka konsolidasi kekuatan dan dukungan. 

"Ini merupakan Rakernas pertama dari Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi Care. Dan kita menikmati perkembangan akhir-akhir ini," ujar pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, Senin, 9 Februari 2026. 

Rapat dilaksanakan juga untuk menyikapi segala persoalan, baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri. Selain itu, juga dalam rangka mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 


"Perkembangan dalam negeri, perkembangan internasional. Dan untuk itu, kita perlu mengadakan Rakernas untuk mendukung dari poin-poin yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sesuai dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo, itu yang akan kita teguhkan di Rakernas kali ini," beber Haidar. 

Ada tiga hal yang juga dikonsolidasikan dalam Rakernas Haidar Alwi Institute. Salah satunya penegasan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. 

"Serta mendukung apa yang sudah dilakukan oleh beliau selama satu tahun lebih. Dan juga di Rakernas kali ini, kita memberikan penghargaan berupa piagam yang pertama ke Bapak Presiden Prabowo sebagai Bapak Pembangunan Modern," papar Haidar. 

Lalu, pihaknya juga akan memberikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

"Sebagai Kapolri yang dicintai oleh rakyat. Dan ada beberapa alasan yang kita, poin-poin yang kita tulis di situ," ucapnya.

Penghargaan juga diberikan dalam Rakernas Haidar Alwi Institute kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dasco dinilai sebagai sosok yang mampu mewakili rakyat dan menjadi jembatan dalam menyuarakan aspirasi mereka. 

Sementara, Ketua Panitia Rakernas sekaligus Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama, menjelaskan bahwa Rakernas dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia. 

Selain hadir secara langsung, mereka juga mengikuti Rakernas secara daring melalui Zoom Meeting. Total 2 ribu peserta menghadiri Rakernas, baik secara langsung maupun daring. 

"Artinya kita sebagai bangsa yang besar harus bersatu, harus menjaga stabilitas keamanan karena kalau berbicara mengenai Asta Cita nggak bakalan tercapai kalau kemudian keamanan dan ketertiban masyarakat itu kita nggak bisa jaga," ujarnya. 

Menurut Sandri, rakyat melalui Haidar Alwi Institute, perlu dikonsolidasikan. Mereka perlu diberikan pemahaman tentang kondisi geopolitik global saat ini. Sebab sebagai bangsa yang berdaulat, lanjut dia, kita harus bersatu untuk menghadapi tantangan-tantangan yang berkembang ke depan. 

"Oleh itu dari seluruh penjuru Tanah Air yang tergabung dalam Haidar Alwi Institute punya satu komitmen yang teguh yakni mendukung program pemerintah, mendukung pemerintahan Prabowo-Ibran untuk mencapai Asta Cita," tandas Sandri.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya