Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. (Foto: PPID)

Nusantara

Pramono dan JK Pimpin Kerja Bakti Massal Gerakan Jaga Jakarta Bersih

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal “Jaga Jakarta Bersih” di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu, 8 Februari 2026. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat, sekaligus mencegah banjir.

Pramono mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan kolaboratif lintas sektor, salah satunya bersama PMI Pusat sebagai inisiator kegiatan. PMI memberikan dukungan nyata berupa bantuan peralatan kebersihan yang digunakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.


“Saat ini, secara serentak dilakukan kegiatan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan mencapai 171.134 orang di seluruh wilayah,” ujar Pramono.

Di tempat berbeda, Wakil Gubernur, Rano Karno, juga menghadiri gerakan “Jaga Jakarta Bersih”. Rano turut ambil bagian dalam kerja bakti di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Pramono, terutama untuk mengantisipasi musim pancaroba.

“Biasanya, setelah musim hujan memasuki musim kemarau, yang kita antisipasi adalah DBD. Oleh karena itu, sungai diperbaiki dan genangan harus dibereskan. Dilakukan pengurasan dan pembersihan saluran di titik-titik prioritas sehingga kapasitas saluran meningkat," jelasnya.

"Sampah diangkat agar tidak terjadi penyumbatan. Dalam kegiatan ini, dikerahkan hampir 60 unit alat berat dan 144 dump truck di 66 lokasi prioritas. Hal ini dilaksanakan sesuai Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026,” tambah Rano.

Sementara itu, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air. 

Menurutnya, dampak banjir paling dirasakan oleh masyarakat kecil sehingga upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing warga. Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk turut berkontribusi karena kerugian akibat banjir berdampak pada seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.

“Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, dan selokan, dan itu harus dibersihkan. Oleh karena itu, setiap rumah harus bertanggung jawab membersihkan selokan di depan rumahnya sendiri. Satu jam seminggu sudah cukup. Jika semua warga bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir,” jelas Jusuf Kalla.

Sebagai informasi, “Jaga Jakarta Bersih” tingkat kota dilaksanakan di berbagai lokasi, antara lain: Jakarta Pusat di Cempaka Putih RT 07; Jakarta Timur di Pintu Air Cipinang Melayu; Jakarta Selatan di Inspeksi Kali Ciliwung; Jakarta Barat di Jalan Pulau Nangka; serta Jakarta Utara di Danau Bisma, Tanjung Priok.

Kegiatan ini diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), tenaga ahli (TA) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, serta masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Adapun jumlah ASN DKI Jakarta sebanyak 67.772 orang, PJLP sebanyak 81.221 orang, petugas Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 2.920 orang, serta petugas PPSU dan Sumber Daya Air (SDA) sebanyak 19.221 orang.

Dalam kegiatan ini, PMI memberikan bantuan peralatan kebersihan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah. Setiap kota administrasi masing-masing menerima 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung sampah.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya