Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy!

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai soal anak buahnya yang kini resmi mengenakan rompi oranye setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ia menilai langkah tersebut justru bisa menjadi bagian dari pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Bagus nggak rompinya? Itu shock therapy untuk pegawai Pajak dan Bea Cukai agar lebih fokus menjalankan tugas ke depan. Saya pikir nggak apa-apa itu,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.


Menurutnya, peristiwa ini tidak perlu disikapi berlebihan karena hal serupa juga terjadi di berbagai institusi lain. Yang terpenting, kata Purbaya, Kemenkeu saat ini tengah melakukan reorganisasi untuk meningkatkan kinerja.

“Di tempat lain juga sama, ada hal yang serupa. Yang penting di sini kita sedang reorganisasi, sedang rekonsolidasi supaya lebih bagus ke depan. Bea Cukai kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, rotasi besar-besaran juga akan dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan, pada hari ini, puluhan pegawai pajak akan diputar jabatannya.

“Sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” ungkapnya.

Terkait pendampingan hukum bagi pegawai yang terseret proses hukum, Purbaya memastikan pihaknya tetap hadir memberikan perlindungan agar proses berjalan adil. Namun, ia menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya akan mendampingi saja dalam pengertian ini: itu kan pegawai keuangan, jangan sampai tidak didampingi. Kalau saya nggak mendampingi, seolah-olah setiap ada masalah langsung saya buang. Nanti orang keuangan semuanya nggak ada yang mau kerja,” katanya.

Meski begitu, Purbaya menegaskan pendampingan yang diberikan hanya untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses hukum.

“Tapi saya akan mendampingi. Hukumnya pun saya akan dampingi supaya nggak disalahgunakan. Supaya ada fair treatment ketika proses peradilannya dilakukan,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya