Berita

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher.(Foto: Istimewa)

Kesehatan

Waspada Virus Nipah Masuk Indonesia

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 15:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh pihak diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Virus Nipah, seiring meningkatnya kasus di sejumlah negara dan langkah antisipatif yang telah diambil pemerintah Indonesia.

Virus Nipah adalah virus yang menyebabkan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. 

Reservoir alami Virus Nipah adalah kelelawar buah, dan penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, peradangan otak, hingga koma.


Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher mengatakan, saat ini memang belum terdapat kasus terkonfirmasi Virus Nipah pada manusia di Indonesia. 

“Namun, kewaspadaan tetap harus diperkuat mengingat karakter virus yang bersifat zoonotik dan memiliki tingkat kematian yang tinggi,” kata Netty kepada wartawan, Kamis 5 Februari 2026.

Netty menilai kewaspadaan yang dilakukan pemerintah merupakan langkah pencegahan yang proporsional. Langkah tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan sistem kesehatan nasional siap menghadapi potensi risiko.

Legislator PKS itu pun mengapresiasi diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang kewaspadaan terhadap Virus Nipah yang mengatur pengetatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, alat angkut, serta barang dari luar negeri, khususnya dari negara terdampak.

Menurutnya, penguatan pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pendataan pada aplikasi Satu Sehat Health Pass, serta kesiapsiagaan petugas kesehatan merupakan langkah yang tepat dan perlu dijalankan secara konsisten.

Netty juga menilai pentingnya penguatan surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan, agar gejala yang menyerupai infeksi Virus Nipah dapat terdeteksi sejak dini. Ia menekankan bahwa sistem rujukan dan pelaporan harus berjalan cepat dan terkoordinasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya