Berita

Ilustrasi minyak (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Situasi Geopolitik Mulai, Harga Minyak Dunia Stabil

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia cenderung stabil seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Dikutip dari Reuters, pada pembukaan peradangan Selasa, 3 Februari 2026, harga minyak Brent naik tipis 6 sen atau 0,1 persen ke level 66,36 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2 persen ke 62,24 Dolar AS per barel. 

Sehari sebelumnya, harga minyak sempat anjlok lebih dari 4 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran “serius berdiskusi” dengan Washington. Pernyataan ini memunculkan harapan meredanya konflik dengan Iran, salah satu anggota OPEC, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan ikut berkurang.


Pejabat AS dan Iran juga menyebut pembicaraan nuklir lanjutan dijadwalkan berlangsung Jumat di Turki. Meski demikian, Trump tetap memperingatkan bahwa situasi bisa memburuk jika kesepakatan gagal tercapai, terutama dengan kehadiran kapal perang besar AS di kawasan tersebut.

Dari sisi lain, penguatan Dolar AS menekan harga minyak. Dolar yang lebih kuat membuat minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar Amerika, sehingga permintaan berpotensi melemah.

Faktor tambahan juga datang dari kebijakan perdagangan. Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan India, di mana tarif AS atas barang India dipangkas menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen. Sebagai imbalannya, India setuju menghentikan pembelian minyak Rusia dan membuka peluang membeli minyak dari AS serta kemungkinan dari Venezuela. 

Sementara itu, OPEC+ sepakat mempertahankan produksi minyak untuk Maret. Delapan negara anggota utama sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari sepanjang April-Desember 2025, setara sekitar 3 persen dari permintaan minyak global, sehingga pasokan dinilai masih relatif terkendali.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya