Berita

Illustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Bitcoin Tertekan ke 75.000 Dolar AS

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 13:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin terperosok cukup dalam dan turun 4,41 persen ke level 75.289 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap pada Senin siang, 2 Februari 2026, seiring meluasnya aksi jual di pasar keuangan global.

Secara teknis, tekanan terutama datang dari kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik yang berkembang sepanjang akhir pekan. Sentimen pasar berubah menjadi menghindari risiko (risk-off) akibat sejumlah isu, mulai dari penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS), meningkatnya retorika perang dagang, hingga naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Jepang. 
Di sisi geopolitik, ketegangan di Iran dan Laut Cina Selatan turut menambah kekhawatiran investor.
Di saat yang sama, pasar kripto juga mengalami pelepasan leverage secara besar-besaran. Aksi jual tajam memicu likuidasi aset kripto senilai lebih dari 5,42 miliar Dolar AS sejak Kamis lalu. Minat terbuka (open interest) Bitcoin merosot ke level terendah dalam sembilan bulan, yakni sekitar 24,17 miliar Dolar AS.


Tekanan ini turut menciptakan celah (gap) pada kontrak berjangka CME Bitcoin sebesar 8 persen, di kisaran 77.000-84.000 Dolar AS, yang tercatat sebagai salah satu gap terbesar sejak 2017.

Sentimen investor semakin tertekan dengan munculnya sinyal ketakutan ekstrem di pasar. Pada 2 Februari, Indeks Ketakutan dan Keserakahan versi CoinMarketCap berada di level 15, yang mencerminkan kondisi “ketakutan ekstrem”. Bersamaan dengan itu, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar dana yang sangat besar. 

Dalam sepekan terakhir, terjadi arus keluar mingguan terbesar kedua dan ketiga sepanjang sejarah ETF Bitcoin spot, termasuk arus keluar harian sebesar 817 juta Dolar AS pada Kamis, yang terutama berasal dari ETF IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity.

Ke depan, perhatian pasar tertuju pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan di zona 75.000-76.000 Dolar AS, yang berada dekat dengan harga pokok kepemilikan MicroStrategy serta titik terendah terbaru. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu apakah arus dana ETF Bitcoin spot dapat kembali berbalik positif dalam beberapa hari mendatang, yang berpotensi menjadi penopang sentimen setelah tekanan jual yang intens ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya