Berita

Pemerintah diwakili Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan motivasi kepada para siswa dalam acara Pengenalan Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul di SMAN Siwalima Ambon, Maluku, Rabu, 8 Oktober 2025. (Foto: RMOL)

Politik

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebagian publik meragukan komitmen Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Banyak yang menilai Prabowo terlalu fokus pada ranah pertahanan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menjelaskan bahwa latar belakang militer Presiden tidak menyurutkan perhatiannya terhadap dunia akademis. 
Menurutnya, Prabowo justru memiliki visi yang sangat spesifik untuk mengejar ketertinggalan bangsa dengan menyiapkan terobosan besar melalui program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

“Walau Pak Presiden bukan dari kalangan pendidikan, tetapi konsentrasi dan perhatian terhadap pendidikan luar biasa,” kata Fikri, dikutip di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

“Walau Pak Presiden bukan dari kalangan pendidikan, tetapi konsentrasi dan perhatian terhadap pendidikan luar biasa,” kata Fikri, dikutip di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi agenda prioritas, meski pendekatan yang dilakukan berbeda dari pemerintahan sebelumnya.

Salah satu terobosan tersebut adalah Sekolah Rakyat yang dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera. Program ini akan melibatkan koordinasi lintas kementerian dengan pendekatan bantuan sosial.

“Sekolah Rakyat leading sectornya bukan Kemendikdasmen, bahkan Kementerian Sosial. Kenapa? Karena pendekatannya kemiskinan. Jadi dari desil 1, desil 2, pokoknya yang miskin, bahkan miskin ekstrem,” ujar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Sementara itu, untuk menjaring bibit-bibit unggul bangsa, pemerintah menyiapkan Sekolah Garuda. Program ini disiapkan sebagai inkubator bagi siswa-siswa jenius untuk dipersiapkan menembus perguruan tinggi kelas dunia, dengan fokus utama pada bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

“Beliau bikin skema baru namanya Sekolah Garuda. Sekolah Garuda itu sekolah tingkat SLTA, SMA atau SMK, tetapi terhubung dengan perguruan tinggi. Karena anak-anak pintar itu harus terhubung dengan perguruan tinggi, dan perguruan tingginya tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri,” tambahnya.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX ini juga menyoroti visi Presiden yang ingin mengubah orientasi pendidikan Indonesia agar lebih fokus pada penguasaan teknologi terapan.

“Negara-negara lain sekarang, Amerika atau Cina, luar biasa. Ratusan ribu anak-anak Cina sekolahnya teknologi dan engineering. Jadi siap-siap, makanya anak-anak nanti tidak bisa kemudian bermain gim terus,” tegas Fikri.

Lebih lanjut, Fikri mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik kekurangan pemerintah, tetapi turut berkolaborasi dalam memajukan pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan peran aktif semua pihak.     

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya