Berita

Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 00:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 bisa menjadi penegasan arah baru Indonesia dalam menempatkan stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Pandangan itu disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha yang menilai penekanan Prabowo pada perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran mencerminkan kesadaran historis dan geopolitik yang matang. 

“Dalam konteks global yang penuh konflik dan ketidakpastian, pesan Indonesia yang memilih persatuan, kolaborasi, dan perdamaian menjadi sangat relevan dan kredibel,” ujar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Sabtu, 24 Januari 2026.


Di sisi lain, Achmad menilai klaim Indonesia sebagai global bright spot bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan didukung indikator makroekonomi yang konsisten.

Contohnya, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi rendah, dan defisit fiskal yang terkendali. 

“Yang menarik, Presiden menekankan bahwa pengakuan internasional lahir dari bukti, bukan optimisme kosong. Ini penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang,” ungkapnya.

Achmad juga menyoroti keberanian Presiden dalam menyampaikan agenda penegakan hukum sampai dengan pemberantasan korupsi secara terbuka di forum global. 

Apalagi, banyak kepala daerah dan pejabat pemerintahan ikut terseret kasus korupsi dan kini menjalani masa hukuman.

Tentu, sikap tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak akan ditopang oleh praktik rente dan ekonomi keserakahan. 

“Penegasan ‘tidak ada kompromi’ terhadap korupsi adalah prasyarat mutlak bagi iklim investasi yang sehat dan berkeadilan,” jelasnya.

Dalam aspek kebijakan sosial, Achmad menilai program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta investasi besar pada pendidikan dan digitalisasi sekolah sebagai pendekatan pembangunan yang berorientasi jangka panjang. 

“Presiden menghubungkan kebijakan sosial dengan produktivitas dan pertumbuhan. Ini sejalan dengan teori pembangunan modern yang menempatkan kualitas manusia sebagai penentu utama kemajuan bangsa,” jelasnya lagi.

“Jika konsistensi itu terjaga, Indonesia berpeluang besar mewujudkan pertumbuhan yang kuat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkas Achmad.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya