Berita

Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Andrian Lame Muhar (Foto: Istimewa)

Bisnis

Harga Daging Melonjak, INKOPPAS Minta Pemerintah Segera Buka Keran Impor

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 17:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Melonjaknya harga daging sapi di pasaran menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pedagang daging, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Masyarakat berharap harga daging dapat kembali stabil seperti sebelumnya agar tetap terjangkau.

Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Andrian Lame Muhar, menyampaikan bahwa kenaikan harga daging sapi telah memicu aksi mogok jual pedagang daging di sejumlah pasar tradisional. Harga daging sapi saat ini tercatat mencapai Rp140.000 per kilogram, bahkan menembus Rp200.000 per kilogram di wilayah BSD.

“Pedagang berpikir, jika menjual dengan harga terlalu tinggi sementara daya beli masyarakat menurun, pembeli pasti berkurang. Daripada menanggung biaya stok yang tinggi, mereka memilih menghentikan sementara penjualan,” ujar Andrian di Jakarta, dikutip Jumat 23 Januari 2026.


Ia menyebut aksi mogok tersebut terjadi di beberapa pasar, antara lain Pasar Rawamangun dan Parung Panjang. Bahkan, pedagang di Rawamangun menyatakan akan menghentikan aktivitas penjualan hingga kondisi harga kembali normal.

Menurut Andrian, kenaikan harga daging sapi telah berlangsung sejak sekitar satu bulan terakhir akibat sejumlah faktor. Pertama, kebijakan pemerintah yang memperketat impor daging. Kedua, negara-negara pengekspor tengah menata ulang strategi ekspor mereka. Ketiga, impor anakan sapi membutuhkan biaya tambahan, mulai dari pakan hingga tempat pemeliharaan, yang diperparah oleh cuaca buruk sehingga menyulitkan penyediaan pakan.

Selain itu, tingginya permintaan menjelang libur panjang dan Ramadan tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan. Kondisi ini menciptakan ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar. Situasi diperburuk oleh isu adanya pengusaha yang menyimpan stok daging untuk persiapan dapur umum program Bergizi Gratis Nasional (BGN).

Menanggapi kondisi tersebut, Andrian menyampaikan tiga rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, membuka keran impor daging secepatnya ketika terjadi kekurangan pasokan di dalam negeri. Kedua, menjalin kerja sama bilateral dengan negara produsen daging agar Indonesia mendapatkan harga khusus. Ketiga, meningkatkan kualitas dan daya saing peternak lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi impor daging. “Jangan sampai impor hanya dikuasai segelintir pengusaha besar. Idealnya, daging impor bisa langsung masuk ke pasar rakyat agar mudah diakses masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Andrian mendorong pemerintah melibatkan koperasi pedagang pasar dalam penyediaan dukungan pembiayaan, sehingga pedagang mampu menyimpan stok daging tanpa terbebani modal dalam jangka waktu lama.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya