Berita

Ilustrasi (RML via Gemini AI)

Bisnis

Harga Chip Naik, Penjualan Smartphone Diprediksi Anjlok

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga chip memori dunia melonjak tajam akibat ledakan permintaan dari pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Microsoft menyerap pasokan chip dalam jumlah besar, sehingga produsen chip lebih memprioritaskan pengiriman ke pusat data karena margin keuntungannya lebih tinggi. Dampaknya, pasokan untuk ponsel, komputer, dan konsol gim menyusut dan harga perangkat elektronik ikut naik.

Tiga produsen chip memori terbesar dunia; Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron, kini mengaku kesulitan memenuhi lonjakan permintaan. Kondisi ini memang menguntungkan kinerja keuangan mereka, tetapi memberi tekanan besar pada industri elektronik konsumen yang kini menghadapi biaya produksi lebih mahal.


Lembaga riset IDC dan Counterpoint memperkirakan penjualan smartphone global akan turun setidaknya 2 persen tahun ini, berbalik dari proyeksi pertumbuhan sebelumnya dan menjadi penurunan tahunan pertama sejak 2023. Pasar PC diprediksi menyusut 4,9 persen pada 2026 setelah tumbuh 8,1 persen tahun lalu, sementara penjualan konsol gim diperkirakan turun 4,4 persen.

Produsen elektronik kini berada di posisi sulit: menyerap kenaikan biaya dan menekan margin laba, atau menaikkan harga dan berisiko melemahkan permintaan. “Sebagian biaya mungkin diserap produsen, tetapi dengan skala kelangkaan seperti ini, kenaikan harga pasti akan dirasakan konsumen,” kata analis Emarketer, Jacob Bourne, dikutip dari Reuters, Kamis 22 Januari 2206.

Tekanan harga diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Counterpoint memproyeksikan harga memori melonjak 40-50 persen pada kuartal pertama, setelah naik sekitar 50 persen sepanjang tahun lalu. Distributor Fusion Worldwide bahkan menyebut beberapa produk mengalami inflasi harga hingga 1.000 persen dalam dua kuartal terakhir. 

“Konsumen harus bersiap membayar jauh lebih mahal untuk laptop, ponsel, perangkat wearable, dan perangkat gim,” ujar Presiden Fusion Worldwide, Tobey Gonnerman.

Dampak terberat diperkirakan menimpa produsen kelas menengah dan bawah seperti Xiaomi, TCL, dan Lenovo. Beberapa produsen PC disebut berencana menaikkan harga hingga 20 persen pada awal 2026. Sementara itu, Apple dinilai lebih tahan berkat kontrak jangka panjang dan daya tawar yang kuat, meski analis menegaskan perusahaan tersebut tetap bisa menaikkan harga jika tekanan biaya terus meningkat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya