Berita

Deklarasi Partai Gema Bangsa. (Foto: Antara)

Politik

Partai Baru Jangan Jadi Reinkarnasi Politisi Tidak Laku

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Munculnya partai politik baru, seperti Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat, bisa dibaca sebagai indikator tingginya partisipasi politik masyarakat. 

Semakin terbuka ruang pembentukan partai, semakin besar kesempatan warga negara untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingannya melalui “komoditas politik” masing-masing.

Namun, analis politik Nurul Fatta menyoroti bahwa dalam demokrasi, tidak cukup hanya melihat berapa banyak partai terbentuk. Yang lebih penting adalah seberapa representatif partai tersebut dalam menyuarakan kepentingan rakyat.


“Masalahnya, kehadiran partai-partai baru sejauh ini belum membawa dan menawarkan ide besar, garis ideologis, atau agenda politik yang substantif berbeda dari partai-partai lama. Semua berdalih atas kepentingan rakyat,” ungkap Fatta kepada RMOL, Selasa, 20 Januari 2026.

Akibatnya, alih-alih memperkuat keterwakilan, fragmentasi partai justru berpotensi memperlemah representasi rakyat karena terpecah ke dalam banyak wadah yang gagasannya serupa. 

Menurut Fatta, fragmentasi hanya bernilai positif jika lahir dari perbedaan aspirasi yang nyata, ideologi spesifik, atau kepentingan sosial yang benar-benar ingin diperjuangkan.

“Jika partai baru hanya menjadi reinkarnasi politisi yang tidak laku, bahkan diisi oleh politisi yang berpindah-pindah tanpa perbedaan sikap politik yang jelas, maka publik wajar mempertanyakan motif pendiriannya. Apakah benar karena aspirasi politik yang tidak tertampung, atau sekadar ambisi menjadi ketua umum, sekjend, dan jabatan-jabatan partai lainnya?” tegas Fatta.

Partai Gema Bangsa menjadi contoh nyata problem ini. Ketua umum dan sekretaris jenderalnya adalah alumni partai lama seperti NasDem dan Perindo. Tanpa perbedaan ideologis yang jelas, publik akan sulit membedakan apa yang benar-benar baru dari partai ini.

Sebagai perbandingan, PSI saat awal muncul menegaskan identitasnya sebagai partai anak muda. Branding tersebut berbeda dari partai lama, dan membuat partai itu menjadi sorotan publik, meski kini pembicaraan bukan lagi soal identitas anak muda.

Fatta menekankan, kehadiran partai baru harus menawarkan gagasan dan ideologi berbeda, bukan sekadar menjadi kendaraan politik bagi elite lama. Tanpa hal itu, fragmentasi partai bukan memperkuat demokrasi, tapi hanya menambah “komoditas politik” tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya