Berita

PM Kanada Mark Carney dan Presiden China Xi Jinping (Tangkapan layar siaran YouTube CTV News)

Bisnis

Hubungan Dagang Kanada-China Mesra Lagi, Tarif EV dan Kanola Turun

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kanada dan China telah mulai memproses perbaikan hubungan dagang mereka dengan kesepakatan awal memangkas tarif impor mobil listrik dan produk kanola. Kesepakatan dicapai selama kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China pada Jumat, 16 Januari 2026.

"Kanada awalnya akan mengizinkan masuk hingga 49.000 kendaraan listrik buatan China dengan tarif 6,1 persen berdasarkan ketentuan most-favoured-nation (MFN)," kata Carney setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin China termasuk Presiden Xi Jinping, dikutip dari Reuters, Sabtu 17 Januari 2026.

Kebijakan ini jauh lebih longgar dibandingkan tarif 100 persen yang diberlakukan pada 2024 di bawah pemerintahan Perdana Menteri sebelumnya, Justin Trudeau, mengikuti langkah serupa dari Amerika Serikat (AS).


Carney, yang menjadi PM Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017, menilai, untuk membangun industri EV yang kompetitif, Kanada perlu belajar dari mitra yang inovatif, terhubung dengan rantai pasok global, serta mendorong permintaan domestik.

Beberapa pejabat di kabinet Presiden AS Donald Trump mengkritik keputusan tersebut, terutama menjelang peninjauan perjanjian dagang AS-Kanada-Meksiko. Namun, Trump sendiri menyatakan dukungannya terhadap langkah Carney, menyebut kesepakatan dengan China sebagai hal yang baik bagi Kanada.

Kritik juga muncul dari dalam negeri. Perdana Menteri Provinsi Ontario - wilayah utama industri otomotif Kanada - Doug Ford mengecam kesepakatan ini. Ia menilai pemerintah federal membuka pintu bagi banjir mobil listrik murah dari China tanpa jaminan investasi yang jelas bagi ekonomi dan industri otomotif Kanada.

Sebelumnya, sebagai balasan atas tarif EV yang diberlakukan di masa pemerintahan Trudeau, China pada Maret lalu mengenakan tarif atas produk pertanian dan pangan Kanada senilai lebih dari 2,6 miliar Dolar AS, termasuk minyak dan bungkil kanola. Tarif atas biji kanola bahkan dikenakan pada Agustus, yang menyebabkan impor barang Kanada ke China turun 10,4 persen pada 2025.

Dalam kesepakatan terbaru ini Kanada berharap China akan menurunkan tarif biji kanola menjadi sekitar 15 persen dari sebelumnya 84 persen, mulai 1 Maret. Selain itu, tarif diskriminatif atas bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong Kanada juga diharapkan dihapus setidaknya hingga akhir tahun.

Kedua negara juga sepakat menghidupkan kembali dialog tingkat tinggi di bidang ekonomi dan keuangan, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat kerja sama di sektor pertanian, minyak, gas, dan energi hijau.

Selain itu, Kanada berencana menggandakan kapasitas jaringan listriknya dalam 15 tahun ke depan, dengan peluang kerja sama investasi, termasuk di sektor angin lepas pantai. Kanada juga akan meningkatkan ekspor gas alam cair (LNG) ke Asia hingga 50 juta ton per tahun pada 2030, seluruhnya untuk pasar Asia.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya