Berita

Logo PDIP. (Foto: RMOL)

Politik

Beda Sikap PDIP Saat Dikalahkan SBY dan Prabowo

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 13:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap politik PDIP usai kekalahan pada Pilpres 2024 memiliki perbedaan mendasar dibandingkan saat partai berlambang banteng moncong putih itu kalah dalam Pilpres 2004. 

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, perbedaan konteks dan strategi politik membuat arah langkah PDIP kali ini jauh lebih terukur.

Adi menjelaskan, pasca kekalahan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, PDIP justru meneguhkan diri sebagai partai penyeimbang. Sikap tersebut dinilai memiliki dua tujuan sekaligus.


“Pertama, yaitu menjaga hubungan politik yang cukup baik dengan Prabowo Subianto, tapi pada saat bersamaan PDIP juga sedang merawat basis konstituennya,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 15 Januari 2026. 

Ia menilai, basis pendukung PDIP selama ini dikenal kritis dan secara psikologis politik lebih nyaman berada di luar lingkar kekuasaan. Karena itu, PDIP dinilai berupaya menjaga kedekatan emosional dengan konstituennya tanpa harus memutus relasi politik dengan pemerintah.

Adi menambahkan, posisi sebagai partai penyeimbang membuat PDIP berpotensi mengambil sikap berbeda bahkan berseberangan dengan pemerintah jika ada kebijakan yang dinilai bertentangan dengan kepentingan dan hati nurani rakyat.

“Jika ada kebijakan politik yang dinilai bertentangan dengan hati nurani rakyat, maka PDIP akan memiliki sikap politik yang berbeda dengan pemerintah, kritis, dan mungkin saling berhadap-hadapan satu sama lainnya,” jelasnya.

Menurut Adi, secara ideologis dan historis, basis oposisi PDIP memang memiliki iman dan chemistry politik yang lebih condong berada di luar kekuasaan ketimbang menjadi bagian dari pemerintahan.

Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan situasi PDIP pada 2004. Saat itu, PDIP kalah dalam Pilpres ketika berhadapan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun sikap politik yang diambil jauh lebih keras dan head to head dengan pemerintah.

“Ini bukan seperti PDIP yang kalah Pemilu 2004 saat menghadapi Pak SBY. Kenapa PDIP pada 2004 memiliki sikap yang head to head secara langsung? Karena saat itu publik tahu ada hubungan yang tidak connect, hubungan yang belum harmonis antara PDIP dengan Demokrat, antara Megawati dan SBY,” terangnya.

Adi menegaskan, relasi personal dan politik yang kurang harmonis pada 2004 menjadi faktor pembeda utama dibandingkan kekalahan PDIP pada 2024. Inilah yang menurutnya menjelaskan mengapa sikap politik PDIP saat ini terlihat lebih moderat, terukur, dan strategis dibandingkan dua dekade lalu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya