Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam satu pertemuan.(Foto: Istimewa)

Publika

Diseret Kasus Ijazah Jokowi

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 03:34 WIB

KETUA Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief mengaku Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai risih dikaitkan dengan kasus ijazah palsu Joko Widodo alias Jokowi. 

SBY belakangan dinarasikan sebagai 'orang besar' dibalik kritik Roy Suryo cs atas ijazah Jokowi, hanya dengan asumsi bahwa Roy pernah menjadi kader Partai Demokrat dan mantan Menpora era SBY.

Menurut Andi Arief, SBY mempertimbangkan akan mengambil langkah hukum. Tahap awal, SBY akan melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang menuduhnya sebagai dalang dibalik kasus ijazah palsu.


Senada dengan Partai Demokrat, politisi PDIP Deddy Sitorus juga mendukung langkah hukum yang akan ditempuh SBY. PDIP juga risih, Megawati Soekarnoputri ikut diseret dalam kasus ijazah palsu Jokowi.

Masih menurut Deddy, Megawati bukan tipikal main belakang atau nabok nyilih tangan. Megawati, menurut Deddy terbiasa blak-blakan secara politik.

Narasi Mega-SBY terlibat kasus ijazah palsu Jokowi, penulis ketahui di antaranya saat hadir dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC), yang dipandu oleh Bang Karni Ilyas pada 4 Desember 2025. 

Dalam forum tersebut, Faizal Assegaf menyebut nama SBY dan Megawati dalam pusaran kasus ijazah palsu Jokowi.

Saat itu, penulis tegaskan kasus ini tidak ada urusan dengan Mega maupun SBY. Kasus ijazah palsu Jokowi murni kasus hukum antara rakyat yang ingin transparansi atas dokumen yang menjadi sarat kepemimpinan nasional, yang menyebabkan Jokowi bisa menjadi presiden dua periode.

Sebenarnya, jika konsisten dengan kaidah 'Siapa yang mendalilkan maka wajib membuktikan', maka kubu Jokowi atau siapa pun yang menuduh SBY ada di balik kasus ijazah palsu Jokowi yang berkewajiban membuktikan. Jangan hanya mengedarkan narasi yang kosong bukti dan argumentasi.

Kami sendiri di Tim Advokasi, menilai narasi SBY dan Demokrat ada di balik kasus ijazah palsu Jokowi hanyalah upaya kubu Jokowi untuk playing victim. 

Kubu Jokowi, ingin lari dari masalah hukum untuk meyembunyikan kasus ijazah palsunya, dan menyibukkan publik pada gosip murahan terkait keterlibatan SBY dan berusaha mengedarkan narasi empati untuk Jokowi sebagai korban dalam kasus ini.

Sebelumnya, Jokowi juga berusaha playing victim dengan mengungkap akan memaafkan 12 orang terlapor kecuali tiga nama. 

Padahal, siapa yang meminta maaf? Siapa yang bersalah? Yang jadi korban kriminaliasi itu Roy Suryo cs yang terancam penjara oleh laporan Jokowi, kok bisa-bisanya Jokowi merasa menjadi korban?

Kalau mau jujur, semestinya Jokowi-lah yang meminta maaf kepada seluruh rakyat. Karena telah bertahun-tahun membiarkan kasus ijazah palsu ini bikin gaduh seluruh jagat NKRI.

Meskipun Jokowi meminta maaf, penulis ragu apakah seluruh rakyat akan memaafkan Jokowi. Mengingat, mayoritas rakyat saat ini telah meyakini ijazah Jokowi palsu dan menuntut agar Jokowi bertanggungjawab atas seluruh kebohongan yang telah dilakukannya selama ini.

Ahmad Khozinudin
Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya