Berita

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 17:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan progres signifikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh. 

Hingga Kamis, 1 Januari 2026, sebanyak 1.050 unit huntara telah selesai dibangun sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, pembangunan huntara tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara BNPB, TNI, dan Danantara. 


Dari total unit yang telah terbangun, sebanyak 600 unit dikerjakan oleh Danantara, sementara 450 unit lainnya dibangun langsung oleh BNPB.

“Jadi per hari ini, yang terbangun adalah 1.050 unit,” ujar Suharyanto saat memaparkan laporan perkembangan penanganan bencana di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Suharyanto menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan sementara, jumlah rumah dengan kategori rusak berat di Aceh mencapai 61.795 unit. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.432 rumah tercatat mengajukan permohonan untuk mendapatkan hunian sementara.

Meski demikian, BNPB mencatat tidak seluruh warga terdampak memilih menempati hunian sementara terpusat. Sebanyak 11.414 orang memilih tinggal bersama keluarga. 

Untuk kelompok warga tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan dana sewa rumah sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama tiga bulan, yakni untuk periode Desember, Januari, dan Februari.

“Dua hari yang lalu sudah kami salurkan dananya,” kata Suharyanto.

Selain hunian sementara terpusat, BNPB juga menyediakan skema hunian sementara mandiri. Skema ini ditujukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat namun memilih tidak berpindah ke lokasi hunian terpusat, sehingga pembangunan dilakukan secara terpencar di lokasi masing-masing.

“Ini pun kami layani, dan sudah mulai dibangun,” ujarnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya