Berita

Kebakaran Gedung Terra Drone di Jalan Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat. (RMOL/Bonfilio Mahendra)

Nusantara

Mendesak Pembenahan Sistem Keamanan Gedung di Jakarta

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 23:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Insiden kebakaran yang terjadi di Kantor Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat dan menewaskan 22 orang harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak mengenai pentingnya keselamatan publik.

"Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Kebakaran ini adalah peringatan tegas bahwa kita tidak bisa menunda lagi upaya pembenahan sistem keamanan gedung," kata Senator DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta, Dailami Firdaus melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 12 Desember 2025.

Ia menekankan perlunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama seluruh pemilik dan pengelola gedung untuk melakukan pengecekan menyeluruh serta berkala terhadap seluruh bangunan di ibu kota. 


Menurutnya, pemeriksaan tersebut harus memastikan kelayakan struktur, kelengkapan sarana penanggulangan kebakaran, dan kepatuhan terhadap seluruh standar keselamatan.

"Setiap gedung wajib memiliki alat pemadam pemadam api ringan (APAR) yang memadai, sistem deteksi dini, serta akses pintu darurat yang jelas dan mudah diakses. Ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi upaya menyelamatkan nyawa," kata Dailami.

Dailami menilai, langkah-langkah preventif adalah kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar di masa mendatang. 

Ia berharap, kejadian tragis di Gedung Terra Drone menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap kesiapan fasilitas publik dan perkantoran di Jakarta.

"Melalui komitmen dan pengawasan yang ketat, kita ingin memastikan seluruh gedung di Jakarta benar-benar aman bagi penghuninya," kata Dailami.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya