Berita

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro (dua dari kiri depan) bersama jajaran merilis penanganan kasus kebakaran gedung Terra Drone. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Hukum

Polisi Buka Suara Soal Isu Kebakaran Terra Drone Terkait Sawit Sumatera

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 22:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Isu konspirasi soal kebakaran Gedung Terra Drone yang menewaskan 22 karyawan ditepis. Isu liar itu ramai di medsos, menyebut tragedi maut di Kemayoran itu terkait pemetaan lahan sawit di Sumatera.

"Alat (drone) itu memang dipakai untuk agrikultur, memetakan area perkebunan termasuk kegiatan pertanian. Tapi fokus kami tetap pada penyebab kebakaran yang memakan korban jiwa dalam jumlah fantastis," tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat, 12 Desember 2025.

Meski begitu, Susatyo tak menutup pintu bila nantinya ada kaitan dengan perkara pembalakan liar di wilayah utara Sumatera. Kalau memang ada irisan kasus, ia memastikan penyidik akan berkoordinasi.


"Kalau memang ada, penyidik bencana alam di Sumatra pasti komunikasi dengan kami. Tapi sejauh ini, tidak ada permintaan apa pun dari tim penyidik di sana," tandasnya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, ikut menegaskan hasil penyidikan sementara tdak ada tanda-tanda sabotase.

"Sampai saat ini tidak ada korelasinya dengan sabotase. Tidak ada indikasi penghilangan data atau apa pun seperti yang diviralkan," kata Roby memotong spekulasi.

Isu kebakaran Gedung Terra Drone dikaitkan dengan kerusakan hutan di Sumatera yang memicu banjir bandang dan longsor akhir November lalu memang terlanjur ramai. Salah satunya diunggah akun X @jhonsitorus_19 yang menyebut Terra Drone sempat memetakan lahan sawit di Sumatera.

"Ternyata gedung Terra Drone yang terbakar itu sempat memetakan industri sawit di Sumatera. Apakah ini kebetulan dengan bencana banjir bandang di Sumatera? Kalau sampai ada unsur rekayasa, alangkah BIADABNYA sampai mengorbankan 22 nyawa termasuk ibu hamil," tulisnya.

Terra Drone merupakan perusahaan global penyedia layanan  drone yang berbasis di Jepang, berdiri sejak 2016. Perusahaan ini bergerak di bidang survei udara, inspeksi infrastruktur, serta analisis data berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Kebakaran gedung Terra Drone di Jalan Suprapto No 17, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, dilaporkan warga kepada petugas damkar pada Selasa siang, 9 Desember 2025. Total korban tewas dari kejadian kebakaran ini berjumlah 22 orang, terdiri atas 15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki.

Sejauh ini Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, ditetapkan sebagai tersangka. Michael diduga melakukan kelalaian yang membuat terjadinya kebakaran.

Michael disebut gagal total di level manajemen. Tidak membuat atau memastikan SOP penyimpanan baterai drone yang akhirnya menjadi sumber api. Parahnya lagi, sebagai pucuk pimpinan, dia tak memastikan jalur evakuasi dan sistem keselamatan bekerja.

"Tidak menunjuk petugas K3, tidak lakukan pelatihan keselamatan. Pintu darurat nihil. Sistem keselamatan bangunan amburadul. Jalur evakuasi pun nggak dipastikan berfungsi," sebut Susatyo.

Penyebab kebakaran dipicu empat tumpukan baterai 30 ribu mAh yang jatuh dan menimbulkan percikan api. Lalu menyambar bateri lainnya hingga membakar lantai 1 gedung.

"Tidak ada SOP penyimpanan baterai berbahaya. Ruang penyimpanan bahan flammable nggak standar,” papar Susatyo lagi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya