Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bertemu dengan Ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) dan Komandan Jenderal Kopassus Mayjend TNI Djon Afriandi, membahas mengenai strategi pemberdayaan Kopdes Merah Putih, di Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Sinergi Koperasi Baret Merah dan Kopdes Perkuat Ekonomi Prajurit

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengembangan Koperasi Baret Merah yang sudah berjalan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), menjadi peluang besar untuk diperkuat, terutama melalui kerja sama dengan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. 

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, sinergi ini mampu menghadirkan rantai pasok yang lebih efisien, memperluas layanan ekonomi bagi prajurit dan masyarakat, serta membuka peluang usaha yang lebih terstruktur antara koperasi di lingkungan Kopassus dan koperasi desa. 

"Kolaborasi ini dapat menjadi model baru pemberdayaan ekonomi yang saling menguatkan, dari markas sampai ke desa," katanya usai bertemu dengan Ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) dan Komandan Jenderal Kopassus Mayjend TNI Djon Afriandi, membahas mengenai strategi pemberdayaan Kopdes Merah Putih, di Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025.


Kolaborasi antara disiplin Kopassus, gotong royong masyarakat desa, dan pembinaan karakter dari Quantum Akhyar Institute, akan menjadi kekuatan penting dalam mempercepat kemajuan Kopdes Merah Putih. Pasalnya, Kopdes Merah Putih merupakan amanat Presiden RI untuk menghidupkan kembali semangat Pasal 33 UUD 1945. 

"Tujuannya, untuk memotong rantai pasok agar nilai tambah kembali ke masyarakat melalui layanan koperasi yang lebih dekat dan bermanfaat bagi desa dan koperasi selaras dengan nilai pesantren," kata Menkop.

Ke depan Menkop menekankan pentingnya Kopdes masuk ke sektor-sektor produksi dan industri, yang nanti hasilnya bisa dijual melalui gerai-gerai Kopdes di seluruh Indonesia. Dari mulai produksi sabun, shampoo, kecap, sambal, dan kebutuhan masyarakat lainnya. 

"Terlebih lagi, gerai-gerai sembako Kopdes Merah Putih akan dikelola secara ritel moderen," kata Menkop.

Bahkan, lanjut Menkop, Kopdes Merah Putih juga bakal mengelola SPBU Nelayan untuk memenuhi kebutuhan solar para nelayan di wilayah desa-desa pesisir.

"Selain itu, Kopdes Merah Putih juga bisa melakukan pembangunan perumahan bagi para prajurit, yang terkait pembiayaannya akan didukung pembiayaan dari LPDB Koperasi," papar Menkop.

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menyebutkan bahwa melalui keberadaan Kopdes Merah Putih akan terbangun ekonomi berbasis kerakyatan, dimana akan terbentuk satu ekosistem hingga masyarakat paling bawah di desa-desa.

"Maka, saya sangat mendukung rencana pembangunan koperasi di wilayah Batalyon-Batalyon baru dari Kopassus, karena memang ekosistemnya sudah ada," ucap Ustadz Adi.

Dalam kesempatan yang sama, Danjen Kopassus Mayjen Djon Afriadi mengungkapkan bahwa Kopasus akan mendirikan di Batalyon-Batalyon baru di beberapa wilayah di Indonesia, yang bisa memiliki potensi ekonomi kerakyatan untuk dikembangkan melalui koperasi.

"Saya menyambut baik rencana kita mengembangkan koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih, dengan membantu distribusi pasca panen, penyediaan alat cold storage, dan sebagainya," tandas Mayjend Djon.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya