Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat). (Foto: Istimewa)

Politik

Ketidakpastian Ekonomi dan Hukum Bisa Guncang Peta Politik 2026

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 10:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kondisi perpolitikan Indonesia sepanjang 2026 diprediksi akan sangat ditentukan oleh dua hal utama yakni stabilitas ekonomi dan konsistensi penegakan hukum.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menyebut bila tak ada perbaikan signifikan di kedua ranah tersebut, politik akan semakin terpuruk dan berpotensi memanas.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menentukan nasib politik 2026. Pertama, ketidakpastian politik terus membayangi, mulai dari wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung oleh DPRD, usulan koalisi permanen yang digaungkan Partai Golkar, hingga isu hubungan Prabowo-Gibran serta polemik ijazah yang tak kunjung reda.


Kedua adalah penegakan hukum yang kini menjadi sorotan, seperti pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru per 2 Januari 2026 yang masih menuai polemik, ditambah persepsi intervensi presiden terhadap putusan pengadilan dalam kasus-kasus besar seperti Hasto Kristiyanto, Tom Lembong, dan Ira Puspadewi, serta maraknya rehabilitasi atau amnesti yang membingungkan publik.

“Jadi, hal-hal seperti ini yang menjadi catatan bukan saja ekonomi, tapi juga kondisi hukum dengan peraturan-peraturan baru yang akan memengaruhi perpolitikan di Indonesia," ujarnya kepada RMOL, Selasa, 9 Desember 2025.

Ia melanjutkan, ekonomi juga terancam karena trickle down effect dari 1 persen orang terkaya nyaris tidak terjadi, uang mereka mengalir ke saham dan emas, bukan ke sektor riill, sementara daya beli masyarakat anjlok, PHK merebak, dan negara semakin bergantung pada utang.

Kondisi ini diperparah komunikasi pejabat yang kerap nir-empati, dampak lanjutan bencana alam di berbagai daerah, serta keraguan terhadap keberhasilan program prioritas pemerintah. 

"Memang pejabat pemerintah boleh saja bermedsos, tapi harus mementingkan 3 hal yaitu ber-empati, sincere (tulus), dan berdampak, sehingga menunjukkan bahwa bermedsos tak hanya sekedar pencitraan," kata Hensat.

Belum lagi, prediksi pertumbuhan ekonomi mendekati nol persen pada kuartal ketiga 2026 serta reshuffle kabinet yang dinanti publik untuk memastikan meritokrasi menteri. 

“Reshuffle ini masih ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat, dan memang semuanya menjadi ranah presiden, tapi tetap ditunggu perbaikan-perbaikan punggawa kabinet karena ada kaitannya dengan perbaikan ekonomi dan pelaksanaan supremasi hukum. Nah, hal-hal itu yang tampaknya akan menjadi topik perbincangan di 2026," jelasnya.

Meski begitu, Hensat melihat Prabowo perlahan mulai melakukan perbaikan terhadap kondisi negeri. Namun, ia tetap meminta pemerintah segera menjawab kegelisahan rakyat dengan program nyata yang langsung terasa manfaatnya.

“Saya percaya niat baik Pak Prabowo untuk memperbaiki Indonesia dan saya yakin bahwa beliau bisa. Hanya saja pertanyaan-pertanyaan di masyarakat harus bisa segera dijawab dan digelontorkan program-program yang memang langsung memiliki dampak," pungkas Hensat.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya