Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Kemenhaj dan DPR Targetkan Ongkos Haji 2026 Diketok Awal November

SELASA, 28 OKTOBER 2025 | 17:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dan DPR menargetkan penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1447 H/2026 Masehi rampung pada awal November 2025 mendatang.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pembahasan BPIH saat ini masih berlangsung di Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR.

“Belum, ini masih Panja. Panja nanti masih akan dibahas lebih lanjut,” ujar Dahnil kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 28 Oktober 2025. 


Dahnil berharap pembahasan bisa segera tuntas agar pemerintah memiliki kepastian biaya sebelum melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kontrak dengan pihak Arab Saudi.

“Kita berharap lebih cepat lebih baik. Kenapa? Karena kita akan penandatangan MoU dan kontrak dengan pihak Saudi Arabia itu sekitar tanggal 6 sampai dengan tanggal 12-an (November),” jelas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan proses pembahasan bersama DPR dapat diselesaikan paling lambat akhir Oktober 2025.

“Jadi, kita berharap sebelum November itu sudah selesai. Jadi, akhir Oktober ini harus sudah selesai,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemenhaj telah mengusulkan rata-rata biaya haji tahun 2026 sebesar Rp88,4 juta per jemaah. Angka ini turun sekitar Rp1 juta dibandingkan total biaya haji tahun 2025 yang mencapai Rp89,4 juta.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya