Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Shudown AS Bikin Dolar Tergelincir

KAMIS, 02 OKTOBER 2025 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) melemah setelah data lapangan kerja sektor swasta mengalami penurunan. Kondisi tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Berdasarkan laporan ADP National Employment Report, lapangan kerja swasta AS menyusut 32.000 pada September, setelah revisi penurunan 3.000 pada Agustus. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan ekonom yang memperkirakan kenaikan 50.000, usai laporan sebelumnya menunjukkan lonjakan 54.000.

Laporan pekerjaan sektor swasta muncul di tengah penutupan pemerintah AS (shutdown goverment) yang dimulai beberapa jam setelah Senat menolak langkah pengeluaran jangka pendek yang akan menjaga operasional pemerintah tetap berjalan hingga 21 November.


Dikutip dari Reuters, indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, di pasar uang New York, turun 0,2 persen menjadi 97,68 pada perdagangan Rabu 1 Oktober 2025 Waktu setempat.

Dolar melemah 0,6 persen terhadap Yen menjadi 147,07, level terendah sejak 17 September. Dolar juga merosot ke posisi terendah sepekan terhadap Euro, yang naik 0,1 persen menjadi 1,1738 Dolar AS. Dolar AS juga melemah 0,3 persen versus Poundsterling yang menguat ke 1,3487 Dolar AS.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya